Putra Putri Solo 2026 Pulang ke SMAN 2 Surakarta, Bagikan Cerita di Balik Prestasi
Kehadiran dua alumni SMAN Negeri 2 Surakarta yang baru saja dinobatkan sebagai Putra dan Putri Solo 2026 menambah motivasi belajar para siswa.
Tobias Ceaceriano Anarghya Rahmat dan Vanya Dean Azizah, alumni SMA Negeri 2 Surakarta berbagi kisah kepada para siswa dalam peringatan Dies Natalis ke-76 SMAN 2 Surakarta, Kamis (20/8/2026). (Clara Gendis Pilaring Katresnan Jati) NUMLIT, SURAKARTA — Gelar Putra dan Putri Solo 2026 ternyata bukan sekadar tentang panggung pemilihan, selempang, dan mahkota.
Table Of Content
Bagi Tobias Ceaceriano Anarghya Rahmat dan Vanya Dean Azizah, perjalanan menuju pencapaian tersebut tidak lepas dari pengalaman yang mereka bangun sejak masih menjadi siswa SMA Negeri 2 Surakarta (Smada).
Keduanya kembali ke almamater dalam peringatan Dies Natalis ke-76 SMAN 2 Surakarta, Kamis (20/8/2026). Di hadapan para siswa, Tobias dan Vanya tidak hanya bernostalgia, tetapi juga berbagi cerita tentang proses pengembangan diri, pengalaman berorganisasi, hingga alasan mereka memilih berkontribusi bagi Kota Solo.
Kehadiran dua alumni yang baru saja dinobatkan sebagai Putra dan Putri Solo 2026 itu sekaligus menjadi gambaran bahwa pengalaman yang diperoleh siswa di bangku sekolah dapat menjadi bekal untuk melangkah ke ruang yang lebih luas.
Dari Sekolah, Belajar Percaya Diri
Bagi Tobias, mengikuti ajang Putra Putri Solo pada awalnya bukan perkara mengejar gelar. Ia menjadikan ajang tersebut sebagai ruang untuk meningkatkan kualitas diri.
Ia mengaku sempat merasa ragu ketika dinyatakan lolos sebagai finalis. Namun, proses yang dijalaninya justru membuat kepercayaan dirinya semakin tumbuh.
“Setelah menjadi finalis, rasanya senang sekali dan bisa lebih percaya diri,” ujar Tobias.
Setelah melewati proses tersebut, Tobias juga melihat kesempatan sebagai Putra Solo bukan sekadar pencapaian personal. Ia ingin memberikan kontribusi bagi Kota Solo melalui peran yang kini diembannya.
Pengalaman itu sebenarnya telah mulai dibangun Tobias sejak menjadi siswa Smada. Ia aktif dalam ekstrakurikuler Jurnalistik Wika dan pernah dipercaya menjadi ketua.
Ketertarikannya pada fotografi menjadi salah satu alasan bergabung dengan jurnalistik. Ia juga memanfaatkan ruang tersebut untuk mengasah kemampuan berbicara di depan umum melalui divisi radio.
Pengalaman berorganisasi itulah yang kemudian menjadi salah satu bagian dari proses pengembangan dirinya.
Cerita serupa datang dari Vanya Dean Azizah. Aktif dalam kegiatan Paskibra sejak SMP membuat Vanya terbiasa dengan aktivitas yang menuntut kedisiplinan dan komitmen. Padatnya kegiatan membuatnya memilih fokus pada satu organisasi, meski ia sempat tertarik bergabung dengan divisi radio Jurnalistik Wika di Smada.
Setelah menjadi Putri Solo 2026, Vanya melihat perannya sebagai kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus mengambil bagian dalam pengembangan daerah.
“Kita sebagai generasi muda harus memajukan dan mengembangkan potensi Kota Solo. Terlebih lagi, Putra Putri Solo memiliki jaringan yang luas dengan para pemangku kepentingan dan petinggi negara,” jelasnya.
Menurut Vanya, pengalaman tersebut juga membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bertemu dan berjejaring dengan lebih banyak pihak.
Namun, ia mengingatkan para siswa agar tidak berhenti pada pencapaian atau popularitas. Kemampuan dan potensi tetap harus dibarengi dengan sikap yang baik.
“Ora papa ngepunk, sing penting santun,” ujarnya berseloroh.
Pesan untuk Jurnalis Muda Smada
Kembali ke sekolah membuat Vanya juga memberikan perhatian khusus kepada para siswa yang aktif di Jurnalistik Wika.
Menurutnya, kemampuan jurnalistik tetap penting di tengah kehidupan masyarakat yang semakin lekat dengan media sosial.
“Terus kembangkan potensi kalian, karena jurnalistik itu sangat penting, apalagi di era yang serba media sosial seperti sekarang,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi relevan karena aktivitas jurnalistik sekolah tidak hanya melatih kemampuan menulis atau menghasilkan konten. Di dalamnya, siswa juga belajar mengolah informasi, berkomunikasi, bekerja dalam tim, dan menyampaikan gagasan kepada publik.
Hal-hal tersebut pula yang menjadi bagian dari proses pengembangan diri yang dialami Tobias selama aktif di Jurnalistik Wika.
Prestasi Alumni, Inspirasi bagi Siswa
Bagi Smada, kehadiran Tobias dan Vanya dalam Dies Natalis ke-76 menjadi lebih dari sekadar kunjungan alumni.
Keduanya hadir membawa cerita bahwa prestasi dapat dibangun melalui proses panjang. Kepercayaan diri, keberanian mencoba, pengalaman berorganisasi, kemampuan berkomunikasi, hingga kemauan untuk terus belajar menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Tobias berharap para siswa Smada dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang mereka impikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Sementara Vanya mendorong para siswa untuk tetap aktif dan kreatif tanpa meninggalkan etika dan kesantunan.
Pesan keduanya menjadi refleksi sederhana bagi para siswa, Sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai akademik, tetapi juga ruang untuk menemukan potensi, membangun karakter, dan mengumpulkan pengalaman yang kelak dapat menjadi bekal ketika memasuki dunia yang lebih luas.
Dari panggung Dies Natalis Smada, dua alumni itu seolah mengirim pesan bahwa prestasi tidak selalu dimulai dari panggung besar. Kadang, ia tumbuh dari ruang organisasi sekolah, latihan berbicara di depan umum, kegiatan ekstrakurikuler, dan keberanian seorang siswa untuk mencoba sesuatu yang baru.
Berita ini ditulis oleh wartawan siswa Clara Gendis Pilaring Katresnan Jati, siswa kelas X.E-2 SMA Negeri 2 Surakarta



No Comment! Be the first one.