SMK Nusapersada Tengaran Cetak Lulusan Siap Kerja, Animator hingga Tenaga Farmasi Langsung Terserap
Sebelum resmi lulus, sebagian siswa SMK Nusapersada sudah lebih dulu mendapat pekerjaan sesuai bidang keahlian mereka.
NUMLIT, SALATIGA — Di tengah tren pendidikan vokasi yang semakin diminati, SMK Nusapersada Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mencoba menjawab kebutuhan dunia kerja dengan pendekatan yang lebih dekat ke industri.
Hal itu terlihat dalam acara pelepasan siswa kelas XII angkatan ke-10 yang digelar di Gosyen Azana Hotel Salatiga, Rabu (13/5/2026).
Sebanyak 24 siswa resmi dilepas dalam prosesi wisuda sederhana namun penuh haru. Mereka terdiri dari 16 siswa jurusan Farmasi dan 8 siswa jurusan Animasi. Menariknya, sebelum resmi lulus, sebagian siswa sudah lebih dulu mendapat pekerjaan sesuai bidang keahlian mereka.
Ketua panitia wisuda sekaligus Kepala Jurusan Animasi SMK Nusapersada Tengaran, Mahendra Dri Putra S.Pd. Kom, mengatakan dari total lulusan tahun ini, delapan siswa telah langsung terserap ke dunia kerja.
“Dua siswa bekerja di apotek, dua lainnya menjadi animator di studio animasi di Salatiga dan Semarang. Ada juga yang membuka usaha sablon dan bekerja di digital printing,” ujarnya.
Menurut Mahendra, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peluang besar untuk mengantarkan siswa lebih cepat masuk dunia profesional.
Terlebih, sekolah terus membangun kerja sama dengan berbagai mitra industri agar lulusan memiliki jalur yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.
Untuk jurusan Farmasi, misalnya, sekolah menjalin kolaborasi dengan sejumlah apotek dan rumah sakit sebagai tempat praktik sekaligus peluang penyaluran kerja.
“Penyaluran kerja di apotek dan rumah sakit memang kami arahkan linier dengan pendidikan mereka. Jadi setelah lulus, siswa punya kesempatan langsung bekerja sesuai kompetensinya,” jelasnya.
Sementara itu, pada jurusan Animasi, sekolah tidak hanya menyiapkan siswa menjadi pekerja kreatif, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha muda di bidang industri kreatif.
Salah satu langkahnya melalui program kelas industri yang membekali siswa dengan pengalaman produksi dan bisnis kreatif.

Mahendra sendiri memiliki kedekatan emosional dengan sekolah tersebut. Ia merupakan lulusan angkatan pertama SMK Nusapersada Tengaran yang kemudian melanjutkan kuliah hingga akhirnya kembali mengabdi sebagai guru.
“Potret lulusan sekarang terus meningkat. Saya dulu lulusan angkatan pertama, lalu kuliah dan sekarang kembali bekerja di sini. Itu menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Guru Bimbingan Konseling SMK Nusapersada Tengaran, Priska Candra Dewi, menambahkan bahwa sekolah tidak membatasi pilihan masa depan siswa.
Setelah lulus, siswa didorong untuk memilih jalur yang paling sesuai dengan minat dan potensinya, baik bekerja maupun melanjutkan kuliah.
“Kami arahkan siswa bisa bekerja atau kuliah sesuai jurusan, tetapi tetap kami bebaskan menentukan pilihan mereka sendiri,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada keterampilan kerja, sekolah juga memberikan perhatian pada pendidikan karakter dan spiritual siswa. Salah satunya melalui kerja sama dengan Pondok Pesantren Al Furqon untuk program hafalan Al-Qur’an dan fikih.
“Kami bekerja sama dengan pondok untuk program hafal Al-Qur’an dan fikih. Siswa juga mendapatkan fasilitas makan dan tempat tinggal,” kata Priska.
Melalui kombinasi pendidikan vokasi, penanaman karakter, hingga jejaring industri, SMK Nusapersada Tengaran berupaya membentuk lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki bekal nilai dan keterampilan hidup di tengah persaingan dunia kerja yang terus berubah. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.