Akulturasi Jawa-Minang di UNI PARJO #03 Sulap Pasar Jongke Surakarta Jadi Panggung Nostalgia dan Surga Kuliner
Tak hanya menjadi ruang hiburan, UNI PARJO #03 juga menjelma sebagai titik temu komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Kota Surakarta.
NUMLIT, SURAKARTA — Pelataran Pasar Jongke, Surakarta, Jawa Tengah, berubah menjadi lautan nostalgia dan aroma kuliner pada Sabtu (9/5/2026) malam.
Antusiasme pengunjung memadati gelaran UNI PARJO #03 yang menghadirkan perpaduan musik rock lawas, ragam kuliner favorit, hingga produk kreatif pelaku UMKM lokal.
Event tersebut sukses menghadirkan suasana hangat dan meriah sejak sore hari. Tak hanya menjadi ruang hiburan, UNI PARJO #03 juga menjelma sebagai titik temu komunitas kreatif, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Kota Surakarta.
UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke) adalah perhelatan budaya dan kuliner yang mempertemukan akulturasi budaya Minangkabau dan Jawa di pelataran Pasar Jongke, Kota Surakarta.
Sorotan utama malam itu datang dari penampilan The V-Mily yang membawakan deretan lagu rock klasik era 1980-an hingga 1990-an. Lagu-lagu nostalgia yang akrab di telinga penonton langsung memancing koor massal dari pengunjung yang memenuhi area depan panggung.
Suasana semakin hidup ketika sejumlah penonton larut bernyanyi bersama, bahkan ikut bergoyang mengikuti irama musik yang membawa mereka kembali ke era kejayaan rock lawas.
Tak hanya panggung musik yang dipadati penonton, area kuliner juga nyaris tak pernah sepi. Berbagai tenant UMKM menawarkan beragam sajian yang menggoda selera, mulai dari dimsum, sate padang, risol mayo, lumpia beef, kopi dan toast, hingga mendoan khas Banyumas serta jajanan tradisional.
Beberapa tenant bahkan terlihat kewalahan melayani antrean pengunjung yang terus berdatangan hingga malam hari. Banyak pengunjung memanfaatkan acara tersebut untuk berburu kuliner sambil menikmati suasana malam dan hiburan musik secara santai bersama keluarga maupun teman.
Konsep yang menggabungkan kuliner, craft, fashion, dan musik dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi UNI PARJO. Kehadiran musisi lokal dan komunitas kreatif juga memberi warna tersendiri dalam event tersebut.
Panitia berharap UNI PARJO dapat terus hadir secara rutin sebagai ruang kolaborasi kreatif sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kota Surakarta.

Selain menjadi hiburan rakyat, event tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
“Kami ingin UNI PARJO menjadi ruang yang menyenangkan untuk semua kalangan, tempat orang bisa menikmati musik, kuliner, sekaligus mendukung produk lokal,” ujar Cahyo Aryoseno, panitia penyelenggara.
Kesuksesan UNI PARJO #03 pun menjadi bukti bahwa ruang publik seperti Pasar Jongke memiliki potensi besar untuk dihidupkan melalui kegiatan kreatif yang dekat dengan masyarakat. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.