Lari Sambil Berbagi di Lereng Merapi, Ikutan UGM Trail Run 2026 Yuk?
Di tengah tren olahraga lari yang terus meningkat di Indonesia, UGM mencoba menghadirkan makna yang lebih dalam melalui konsep Run, Edu, dan Care.
NUMLIT, JOGJA — Tidak semua lomba lari berakhir di garis finis. Di UGM Trail Run (UGMTR) 2026, setiap langkah peserta juga akan bermuara pada kesempatan pendidikan bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Table Of Content
Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Komunitas Kagama Lari Untuk Berbagi (KLUB) kembali menggelar UGM Trail Run 2026 pada 26-27 September mendatang.
Tahun ini, ajang yang telah menjadi agenda tahunan sejak 2019 tersebut hadir dengan wajah baru. Jika sebelumnya identik dengan rute tertentu, kali ini para pelari akan diajak menjelajahi keindahan lereng Gunung Merapi dengan titik start di Gelora Hargobinangun.
Namun, yang membuat UGM Trail Run berbeda bukan hanya bentang alamnya yang memukau. Event ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar olahraga.
Ketika Hobi Berlari Menjadi Jalan Membantu Sesama
Di tengah tren olahraga lari yang terus meningkat di Indonesia, UGM mencoba menghadirkan makna yang lebih dalam melalui konsep Run, Edu, dan Care.
“Run” menjadi ruang bagi para pecinta trail run untuk menantang diri di medan alam terbuka. Sementara “Edu” diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi yang telah dimulai bahkan sebelum hari perlombaan.
Panitia menggandeng RSUP Dr. Sardjito untuk memberikan edukasi tentang keselamatan berlari, penanganan kondisi darurat, hingga pentingnya persiapan fisik sebelum mengikuti trail run.
Namun konsep “Care” menjadi bagian yang paling menyentuh. Sebagian biaya pendaftaran peserta akan dialokasikan untuk mendukung program beasiswa mahasiswa UGM yang membutuhkan bantuan finansial agar dapat menyelesaikan studinya.

Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila, mengatakan bahwa semangat berbagi telah menjadi ruh dari penyelenggaraan acara ini.
Pada awal 2026, Komunitas KLUB bahkan telah menyerahkan dana lebih dari Rp500 juta kepada UGM untuk mendukung program beasiswa mahasiswa.
“Kami berharap dari biaya registrasi peserta nantinya dapat kembali disumbangkan untuk beasiswa mahasiswa sehingga bisa membantu mereka menuntaskan perkuliahan,” ujarnya.
Berlari di Kaki Merapi dengan Pengalaman Baru
UGM Trail Run 2026 menargetkan keikutsertaan 4.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain kategori yang sudah menjadi favorit peserta seperti 7 kilometer, 15 kilometer, 30 kilometer, dan 50 kilometer, tahun ini panitia menghadirkan kategori baru yang cukup menantang, yakni 77K Relay.
Kategori tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi para pelari yang ingin menikmati tantangan lintas alam secara beregu.
Tidak hanya menawarkan kompetisi, rute yang disiapkan juga memberikan kesempatan bagi peserta menikmati panorama Merapi yang selama ini menjadi ikon Yogyakarta.
Keselamatan Jadi Prioritas
Dengan jumlah peserta yang diperkirakan meningkat signifikan, panitia melakukan berbagai penyempurnaan pada jalur perlombaan.
Race Director UGMTR 2026, Roostian Gamananda, menjelaskan bahwa sejumlah rute telah direkayasa ulang agar lebih aman dan nyaman. Jalur awal diperpanjang untuk mengurangi kepadatan pelari sebelum memasuki trek utama yang lebih sempit.
Area-area yang sebelumnya dianggap rawan juga telah diperlebar dan diperkuat aspek keamanannya.

Tak hanya itu, peserta akan mendapatkan dukungan penuh dari tim medis yang melibatkan RSUP Dr. Sardjito dan Rumah Sakit Akademik UGM. Pos kesehatan, tim emergency rescue, serta petugas bergerak akan disiagakan sepanjang jalur lomba.
“Kami ingin peserta pulang tidak hanya membawa pengalaman berlari yang berkesan, tetapi juga merasa aman selama mengikuti event,” jelas Roostian.
Hadiah Ratusan Juta dan Pengalaman yang Tak Ternilai
Untuk menambah semangat kompetisi, panitia menyiapkan total hadiah mencapai Rp200 juta bagi para juara di berbagai kategori.
Namun bagi banyak pelari, daya tarik utama UGM Trail Run bukan hanya hadiah. Berlari di tengah lanskap Merapi, bertemu komunitas dari berbagai daerah, sekaligus ikut berkontribusi pada pendidikan mahasiswa menjadi pengalaman yang sulit ditemukan dalam event olahraga lainnya.
Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menilai UGM Trail Run telah berkembang menjadi gerakan sosial yang mempertemukan olahraga, pendidikan, dan kepedulian dalam satu lintasan.
Di saat banyak kegiatan olahraga berfokus pada kompetisi semata, UGM Trail Run justru menunjukkan bahwa setiap kilometer yang ditempuh bisa memiliki makna lebih besar.
Karena di lereng Merapi September nanti, para peserta tidak hanya berlari mengejar waktu terbaik. Mereka juga sedang membantu membuka jalan bagi mahasiswa lain untuk meraih masa depan yang lebih baik. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.