Tak Hanya KKN, Bupati Klaten Ingin Kolaborasi dengan UIN Surakarta Berlanjut
Pemerintah Kabupaten Klaten melihat KKN sebagai awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemberdayaan masyarakat desa.
NUMLIT, KLATEN — Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak semestinya berhenti sebagai program akademik yang berakhir ketika mahasiswa kembali ke kampus.
Pemerintah Kabupaten Klaten justru melihat KKN sebagai awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemberdayaan masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menutup kegiatan KKN mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di Pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).
Menurut Hamenang, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat telah memberikan kontribusi nyata melalui berbagai kegiatan pendampingan, edukasi, dan pengembangan potensi desa. Karena itu, sinergi antara dunia akademik dan pemerintah perlu terus diperkuat agar manfaatnya semakin luas.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Klaten, kami mengucapkan terima kasih kepada UIN Raden Mas Said Surakarta atas kepercayaan dan kontribusinya selama pelaksanaan KKN di Kabupaten Klaten. Klaten memiliki banyak desa dengan berbagai potensi sekaligus tantangan, sehingga kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual yang mampu menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi bagi pembangunan daerah.
Kehadiran mahasiswa di desa tidak hanya menjadi pengalaman belajar, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat melalui program-program pemberdayaan.
Karena itu, Hamenang berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa KKN.
“Alhamdulillah, meskipun hari ini merupakan penutupan kegiatan KKN, kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klaten dan UIN Raden Mas Said Surakarta terus terjaga dan semakin kuat untuk mendukung pembangunan daerah,” katanya.
Menurutnya, berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Klaten masih membutuhkan dukungan riset, inovasi, dan pendampingan dari kalangan akademisi.
Oleh sebab itu, kerja sama melalui pengabdian kepada masyarakat, penelitian, maupun program pemberdayaan lainnya diharapkan dapat terus dikembangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Hamenang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian di berbagai wilayah Kabupaten Klaten.

Ia menyadari masih terdapat berbagai keterbatasan selama pelaksanaan KKN dan menyampaikan permohonan maaf apabila pelayanan maupun pendampingan dari pemerintah daerah, pemerintah desa, maupun masyarakat belum sepenuhnya optimal.
“Kami juga memohon maaf apabila selama menerima adik-adik mahasiswa KKN masih terdapat kekurangan, baik dari masyarakat, pemerintah desa, maupun Pemerintah Kabupaten Klaten. Semoga hal tersebut tidak mengurangi makna pengabdian yang telah dilaksanakan,” tuturnya.
Penutupan KKN tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta di Kabupaten Klaten.
Namun, lebih dari itu, momen tersebut sekaligus mempertegas komitmen bersama untuk menjadikan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sebagai fondasi dalam menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat serta mendorong pembangunan desa yang lebih berkelanjutan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.