Bunda PAUD se-Jawa Tengah Satukan Langkah, Salatiga Siap Perkuat PAUD Berkualitas dan Ramah Anak
PAUD merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
NUMLIT, SALATIGA — Upaya menghadirkan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berkualitas, inklusif, dan ramah anak terus diperkuat di Jawa Tengah.
Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026, seluruh daerah didorong menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan terbaik sejak usia dini.
Komitmen tersebut diikuti Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, yang menghadiri rakor yang berlangsung pada 3–4 Agustus 2026 di Ballroom Hotel Horison Ultima Sentraland Semarang.
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan berbagai program pengembangan PAUD sekaligus mempercepat implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Membuka kegiatan, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan bahwa PAUD merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, hingga kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.

Karena itu, menurutnya, setiap satuan PAUD harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari perundungan, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Sebagai bentuk penguatan ekosistem pendidikan anak usia dini, kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat dukungan akademik dalam aspek pengasuhan, kesehatan psikologis, tumbuh kembang, hingga kesiapan belajar anak.
Tak hanya itu, rakor juga menjadi momentum peluncuran Pedoman dan Modul PAUD EMAS, yang dirancang sebagai panduan penyelenggaraan PAUD berkualitas, inklusif, dan berpusat pada anak. Modul tersebut diserahkan secara simbolis kepada Bunda PAUD desa yang menjadi lokasi proyek percontohan.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para pendidik melalui penyerahan beasiswa bagi guru PAUD sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam membangun generasi masa depan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari seminar mengenai kondisi layanan PAUD, pemaparan kebijakan Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, materi penguatan dukungan sosial melalui program PAUD EMAS, sesi berbagi praktik baik antardaerah, hingga diskusi kelompok mengenai strategi percepatan pencapaian indikator layanan PAUD berkualitas.
Hasil pembahasan kemudian dirumuskan dalam sidang pleno sebagai rekomendasi tindak lanjut yang akan diterapkan di masing-masing daerah.
Bagi Kota Salatiga, forum ini menjadi bekal penting untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini melalui penguatan kolaborasi lintas sektor.
Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, mengatakan rakor tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai inovasi program serta strategi membangun layanan PAUD yang semakin berkualitas.
“PAUD merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan. Melalui rapat koordinasi ini, kami memperoleh berbagai penguatan program, inovasi, serta strategi kolaborasi yang akan menjadi bekal untuk terus meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kota Salatiga,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Salatiga.
Retno berharap semangat kolaborasi yang dibangun dalam Rakor Bunda PAUD se-Jawa Tengah dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah nyata di daerah, sehingga setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang dalam lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan menyenangkan sejak usia dini. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.