UNS Perluas Program Internasional, Mahasiswa Bisa Studi Hingga Setahun di Tiongkok
Kerja sama ini memiliki nilai strategis dari sisi pengembangan karier lulusan. Saat ini, banyak perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.
ECNU dan UNS sepakat menjalin kerja sama program internasional. (dok Humas UNS) NUMLIT, SURAKARTA — Kesempatan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk merasakan pengalaman belajar di luar negeri kini semakin terbuka.
Table Of Content
Melalui kerja sama yang diperkuat dengan East China Normal University (ECNU), salah satu perguruan tinggi ternama di Tiongkok, mahasiswa UNS berpeluang mengikuti program pertukaran akademik, riset internasional, hingga studi selama satu semester atau satu tahun di Negeri Tirai Bambu.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi ECNU ke UNS yang berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi seremoni penandatanganan kerja sama, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen kedua kampus.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperluas ruang belajar mahasiswa di tingkat global.
“Kerja sama ini membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar, meneliti, serta berkolaborasi dalam lingkungan akademik internasional,” ujarnya.
Dari Solo ke Shanghai, Membuka Jendela Dunia
Di era global saat ini, kemampuan akademik saja tidak lagi cukup. Pengalaman lintas budaya, jejaring internasional, dan penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan.
Karena itu, UNS melihat kerja sama dengan ECNU sebagai investasi penting bagi masa depan mahasiswanya.
Melalui program yang sedang disiapkan, mahasiswa UNS nantinya berkesempatan mengikuti perkuliahan langsung di ECNU selama satu semester hingga satu tahun.
Selain memperdalam ilmu sesuai bidang studi, mereka juga dapat meningkatkan kemampuan bahasa Mandarin sekaligus memahami budaya dan dinamika masyarakat Tiongkok secara langsung.
Bagi mahasiswa, pengalaman seperti ini bukan sekadar belajar di luar negeri, melainkan kesempatan membangun perspektif global yang akan sangat berguna saat memasuki dunia kerja.
Hubungan UNS dan Tiongkok Semakin Erat
Kerja sama dengan ECNU bukanlah langkah yang berdiri sendiri. Selama beberapa tahun terakhir, UNS memang aktif memperkuat hubungan akademik dengan berbagai institusi di Tiongkok.

Sejak 2018, UNS telah memiliki Confucius Institute yang menjadi pusat pembelajaran bahasa dan budaya Tiongkok.
Selain itu, kampus ini juga mengelola dua program studi yang secara khusus berfokus pada bidang tersebut, yakni Program Studi D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional serta Program Studi S-1 Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok.
Dengan lebih dari 65.000 mahasiswa yang tersebar di 14 fakultas dan dua sekolah, UNS terus mendorong internasionalisasi sebagai salah satu strategi pengembangan perguruan tinggi.
Menurut Prof. Irwan, kolaborasi dengan ECNU diharapkan tidak hanya berhenti pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga mencakup pertukaran dosen, penelitian bersama, publikasi internasional, hingga pengembangan program akademik yang saling menguntungkan.
Membuka Jalan Karier Global
Kerja sama ini juga memiliki nilai strategis dari sisi pengembangan karier lulusan. Saat ini, banyak perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi dan beroperasi di Indonesia.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan besar terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi internasional serta kemampuan berbahasa Mandarin.
UNS melihat peluang tersebut sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja global. Terlebih, lulusan Program D4 Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional selama ini telah banyak terserap di berbagai perusahaan Tiongkok yang beroperasi di Indonesia.
Kolaborasi yang Melampaui Batas Negara
Sementara itu, Director of International Affairs Office, School of International Chinese Studies ECNU, Huang Meixu, menyampaikan apresiasinya atas berbagai capaian UNS yang pada tahun ini memasuki usia ke-50 tahun.
Ia berharap hubungan antara kedua perguruan tinggi dapat berkembang lebih jauh melalui berbagai program akademik yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa maupun dosen.
Kerja sama UNS dan ECNU menunjukkan bagaimana perguruan tinggi kini tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis. Dari Solo hingga Shanghai, kolaborasi pendidikan menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa dengan peluang, pengalaman, dan masa depan yang lebih luas.
Bagi mahasiswa UNS, peluang belajar di kampus internasional kini bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kesempatan yang semakin nyata untuk diwujudkan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.