Akhirussanah, Ini Pesan untuk Alumni SMPIT Nur Hidayah Surakarta
Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki lulusan.
NUMLIT, SURAKARTA — Pelepasan siswa kelas IX tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa belajar di bangku SMP.
Table Of Content
Bagi SMPIT Nur Hidayah Surakarta, momen Akhirussanah Angkatan XX menjadi ajang menegaskan kembali nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada para alumni antara lain karakter kuat, jiwa kepemimpinan, dan kedekatan dengan Al-Qur’an.
Sebanyak ratusan siswa kelas IX resmi dilepas dalam acara Pelepasan dan Akhirussanah yang berlangsung khidmat dan penuh haru pada Kamis (18/6/2026).
Di hadapan orang tua, guru, dan pengurus yayasan, para siswa menutup perjalanan tiga tahun pendidikan dengan berbagai capaian akademik, karakter, maupun hafalan Al-Qur’an yang membanggakan.
Acara diawali dengan kirab wisudawan yang disambut meriah para tamu undangan.
Suasana semakin hangat melalui berbagai penampilan kreatif siswa yang menggambarkan semangat, kebersamaan, dan karakter yang selama ini menjadi ciri khas pendidikan di SMPIT Nur Hidayah.
Ketua Yayasan Nur Hidayah Surakarta, Ustadz H. Heri Sucitro, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan Yayasan Nur Hidayah yang terus bertumbuh.
Ia juga mengajak seluruh hadirin mendoakan para pendahulu yayasan yang telah berjasa membangun fondasi pendidikan Islam di lingkungan Nur Hidayah.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang telah menyelesaikan pendidikan di SMPIT Nur Hidayah. Teruslah menjaga hubungan dengan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya.
Kuatkan Akar Sebelum Melangkah Lebih Jauh
Pesan yang paling membekas dalam acara tersebut datang dari Kepala SMPIT Nur Hidayah Surakarta, Ustadz Bangun Rohmadi, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam laporan pendidikan sekaligus pesan perpisahan kepada para siswa, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kualitas karakter yang dimiliki lulusan.
Ia menitipkan tiga bekal utama kepada para alumni, yakni ketaatan kepada Allah SWT, kedisiplinan, dan kebersamaan.
Menurutnya, tiga nilai tersebut merupakan fondasi yang akan membantu siswa menghadapi tantangan di jenjang pendidikan berikutnya maupun kehidupan di masa depan.
“Kuatkan akar. Selama akar itu kuat, insya Allah kalian akan kuat. Jagalah hubungan dengan Allah melalui salat, tilawah, ibadah, dan akhlak yang baik. Ketika kalian menjaga Allah, pasti Allah akan menjaga kalian,” ujarnya di hadapan para wisudawan.
Pesan tersebut menjadi refleksi filosofi pendidikan SMPIT Nur Hidayah yang menempatkan penguatan karakter dan spiritualitas sebagai fondasi utama pembentukan generasi masa depan.
Prestasi Tahfidz Jadi Kebanggaan Angkatan XX
Selain pendidikan karakter, capaian tahfidz Al-Qur’an menjadi salah satu prestasi menonjol Angkatan XX.
Data sekolah menunjukkan sebanyak 37 siswa berhasil menuntaskan hafalan minimal satu juz, 65 siswa menyelesaikan minimal dua juz, dan 50 siswa berhasil menghafal lebih dari dua juz Al-Qur’an.

Bahkan, terdapat sejumlah siswa yang memiliki hafalan antara 10 hingga 24 juz. Salah satu siswa berhasil mencatatkan capaian luar biasa dengan menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran Al-Qur’an bukan sekadar program pendamping, tetapi menjadi bagian integral dari sistem pendidikan yang dijalankan sekolah.
Karakter dan Prestasi Berjalan Beriringan
Penguatan karakter juga terlihat dari hasil evaluasi program Bina Pribadi Islami (BPI) dan pembiasaan adab yang diterapkan selama tiga tahun pembelajaran.
Sebanyak 74 siswa memperoleh predikat amat baik, sementara 96 siswa meraih predikat baik dalam penilaian karakter.
Tak hanya unggul dalam pembentukan akhlak, para siswa juga menunjukkan prestasi di berbagai bidang. Sepanjang tahun ajaran, Angkatan XX berhasil mengoleksi total 78 prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dan prestasi akademik dapat tumbuh secara seimbang ketika didukung oleh lingkungan belajar yang tepat.
Penghargaan untuk Siswa Terbaik
Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pencapaian siswa, sekolah memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa terbaik dalam berbagai kategori.
Penghargaan tertinggi, Bintang Utama SMPIT Nur Hidayah, diberikan kepada Khalid Imaduddin Mubarok. Atas prestasinya tersebut, Khalid juga memperoleh beasiswa pendidikan 100 persen di SMAIT Nur Hidayah Surakarta.
Sementara itu, penampilan Tari Ratoe Jaroe yang dibawakan siswa turut menambah semarak acara. Tarian tersebut menggambarkan nilai kebersamaan, kekompakan, dan harmoni yang selama ini ditanamkan kepada para siswa.
Menjelang akhir acara, seluruh wisudawan mengucapkan Ikrar Alumni SMPIT Nur Hidayah sebagai komitmen untuk menjaga nama baik almamater, terus belajar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Akhirussanah Angkatan XX ini, SMPIT Nur Hidayah kembali melepas generasi muda yang tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan, tetapi juga fondasi iman, adab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Bekal itulah yang diharapkan menjadi akar kuat bagi para alumni untuk tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberi kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.