Sri Hartanto Nakhodai PWI Surakarta 2026-2030
PWI Surakarta diharapkan semakin solid dalam menjaga profesionalisme wartawan, memperkuat integritas organisasi, serta terus menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah di tengah derasnya arus...
NUMLIT, SURAKARTA — Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta 2026 yang berlangsung di Monumen Pers Nasional, Sabtu (20/6/2026), tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan organisasi.
Forum tertinggi wartawan di tingkat kota tersebut sekaligus menegaskan komitmen PWI Surakarta untuk memperkuat profesionalisme, kompetensi, dan adaptasi terhadap transformasi industri media yang terus berkembang.
Dalam konferensi yang berlangsung demokratis dan penuh semangat persaudaraan itu, Sri Hartanto dari Harian Suara Merdeka terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Surakarta periode 2026-2030. Sementara itu, Dr. Budi Santoso juga dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Kehormatan PWI Surakarta.
Terpilihnya Sri Hartanto menandai berakhirnya masa kepemimpinan Anas Syahirul Alim yang telah memimpin organisasi selama periode 2022-2026.
Dalam forum yang sama, laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan sebelumnya diterima secara bulat oleh seluruh peserta konferensi.
Mengusung visi menjadikan PWI Surakarta sebagai rumah besar jurnalis yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap menjaga marwah demokrasi dan budaya lokal, Sri Hartanto menegaskan sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus kepengurusannya.
“Kami akan meningkatkan kompetensi wartawan melalui pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkala, pelatihan jurnalistik digital, serta memperkuat perlindungan hukum bagi anggota,” ujar Sri Hartanto usai terpilih.
Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini semakin kompleks. Kehadiran berbagai platform digital telah mengubah pola produksi dan distribusi informasi.
Karena itu, wartawan dituntut tidak hanya mampu menghasilkan karya jurnalistik berkualitas, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan etika profesi.
Baca juga: Dari Kota Kelahiran PWI, Wartawan Solo Menentukan Nakhoda Baru Organisasi
Selain penguatan kompetensi, Sri Hartanto juga menekankan pentingnya membangun sinergi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan di Solo Raya.
“Kami ingin membangun kemitraan strategis dengan pemerintah daerah, akademisi, tokoh budaya, komunitas, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi ini penting agar pers tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah,” katanya.
Konferensi yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani tersebut berlangsung lancar dan kondusif. Monumen Pers Nasional dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki nilai historis sebagai tempat lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia pada 9 Februari 1946.
Ketua PWI Surakarta periode 2022-2026, Anas Syahirul Alim, menyampaikan apresiasi atas jalannya konferensi yang berlangsung tertib dan penuh semangat kekeluargaan.
Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan program-program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan dunia jurnalistik ke depan.
Sementara itu, tim formatur yang dipimpin Sri Hartanto bersama Ketua Dewan Kehormatan terpilih, Dr. Budi Santoso, diberi waktu satu bulan untuk menyusun struktur kepengurusan PWI Surakarta periode 2026-2030.
Dengan terpilihnya kepemimpinan baru, PWI Surakarta diharapkan semakin solid dalam menjaga profesionalisme wartawan, memperkuat integritas organisasi, serta terus menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah di tengah derasnya arus informasi digital. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.