210 Anak Tampil Penuh Percaya Diri, Gebyar PAUD Sidomukti Jadi Panggung Menyiapkan Generasi Emas 2045
Berbagai kegiatan menarik digelar sepanjang acara Gebyar PAUD, mulai dari dongeng edukatif hingga pentas seni yang menampilkan kemampuan dan kreativitas peserta didik.
NUMLIT, SALATIGA — Riuh tawa dan semangat anak-anak mewarnai Halaman Kantor Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).
Sebanyak 210 peserta didik dari berbagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tampil dalam Gebyar PAUD Tingkat Kecamatan Sidomukti 2026, sebuah ajang yang tidak sekadar menjadi panggung kreativitas anak, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Emas PAUD: Cerdas, Kreatif, dan Berkarakter” itu dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan.
Sejak pagi, suasana meriah sudah terasa melalui Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti peserta, guru, orang tua, dan tamu undangan.
Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan penting tentang peran pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
Retno mengatakan masa usia dini merupakan fase emas perkembangan anak yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Karena itu, lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan perlu terus dihadirkan agar anak dapat tumbuh optimal.
“Anak usia dini berada pada fase emas pertumbuhan dan perkembangan. Apa yang mereka lihat, dengar, dan alami saat ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter dan kepribadian mereka di masa depan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Salatiga.
Menurut Retno, Gebyar PAUD bukan sekadar acara seremonial atau hiburan tahunan. Kegiatan semacam ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tampil percaya diri, berani mengekspresikan diri, serta mengembangkan potensi yang mereka miliki sejak dini.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
“Anak-anak PAUD hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan. Karena itu, selain kecerdasan, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial harus terus ditanamkan sejak dini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar PAUD Kecamatan Sidomukti, Andri, menjelaskan kegiatan tersebut diikuti oleh 210 anak dari 22 layanan PAUD yang terdiri atas Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) se-Kecamatan Sidomukti.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
“Gebyar PAUD menjadi ruang bersama untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak sekaligus mengenalkan nilai kebangsaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya lokal sejak usia dini,” ujarnya.
Berbagai kegiatan menarik digelar sepanjang acara, mulai dari dongeng edukatif hingga pentas seni yang menampilkan kemampuan dan kreativitas peserta didik.
Setiap penampilan mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang hadir dan memberikan dukungan kepada putra-putri mereka.
Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kecamatan Sidomukti ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan membangun karakter.
Melalui Gebyar PAUD 2026, Kecamatan Sidomukti ingin menegaskan bahwa investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dari anak-anak hari ini.
Mereka bukan hanya peserta didik PAUD, melainkan generasi yang kelak akan menentukan arah Indonesia di tahun 2045. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.