UKSW Siapkan Jalur Penguatan SDM Timor-Leste lewat Pascasarjana dan Riset
Jejak hubungan UKSW dengan Timor-Leste telah berlangsung cukup panjang. Bahkan, sejumlah alumni UKSW dari Timor-Leste kini menempati posisi penting di pemerintahan maupun di lingkungan UNTL.
Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dan Rektor UNTL Profesor Joviano Antonio da Costa didampingi jajaran masing-masing menunjukkan berkas Memorandum of Understanding (MoU) antara UKSW dan UNTL di Grha Kartini Kampus UKSW Salatiga, Jumat (19/9/2026). (dok Humas UKSW) NUMLIT, SALATIGA — Hubungan akademik Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dengan Timor-Leste memasuki babak baru.
Table Of Content
Bukan hanya memperpanjang hubungan kelembagaan, kerja sama dengan Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL) kini diarahkan pada penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan pascasarjana dan pengembangan riset bersama.
Arah tersebut mengemuka dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UKSW dan UNTL di Grha Kartini Kampus UKSW, Jalan Kartini, Salatiga, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2026).
MoU ditandatangani Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami dan Rektor UNTL Profesor Joviano Antonio da Costa. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi kedua perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Bagi kedua kampus, kerja sama ini bukan dimulai dari titik nol. Jejak hubungan UKSW dengan Timor-Leste telah berlangsung cukup panjang. Bahkan, sejumlah alumni UKSW dari Timor-Leste kini menempati posisi penting di pemerintahan maupun di lingkungan UNTL.
“UKSW dan UNTL sangat dekat. Banyak alumni UKSW yang berasal dari Timor-Leste, bahkan menduduki peran penting dalam pemerintahan maupun di UNTL,” ujar Rektor UKSW Profesor Intiyas Utami.
Enam Staf UNTL Kini Kuliah Pascasarjana di UKSW
Salah satu bukti konkret hubungan akademik tersebut terlihat dari keberadaan enam staf UNTL yang saat ini sedang menempuh pendidikan pascasarjana di UKSW.
Fakta ini membuat kerja sama kedua universitas tidak berhenti pada dokumen kesepakatan. Ada proses penguatan kapasitas akademik yang telah berjalan dan kini berpeluang diperluas.
Rektor UKSW menyatakan kesiapan kampusnya untuk mengembangkan kerja sama lebih jauh, termasuk membuka peluang kelas khusus program pascasarjana bagi UNTL.
Langkah tersebut berpotensi memberikan ruang bagi lebih banyak sumber daya manusia UNTL untuk mengembangkan kompetensi akademik tanpa harus memulai hubungan kelembagaan dari awal.
Rektor UNTL Profesor Joviano Antonio da Costa menyebut UKSW telah memberikan kontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia di Timor-Leste.
“UKSW sudah memberikan banyak kontribusi untuk pengembangan sumber daya manusia di Timor-Leste,” ungkap Joviano.
Ia berharap staf UNTL yang sedang menempuh studi di UKSW dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kemudian kembali memberikan kontribusi bagi pengembangan UNTL.
Dari Pendidikan Menuju Riset Bersama
Kerja sama yang dibangun kedua universitas juga mulai diarahkan pada bidang penelitian.
Bagi UNTL, penguatan hubungan dengan UKSW diharapkan tidak hanya menghasilkan mobilitas mahasiswa maupun staf, tetapi juga membuka peluang lahirnya penelitian kolaboratif yang dapat memberikan manfaat lebih luas.
Arah tersebut menunjukkan perubahan pola kerja sama akademik yaitu dari hubungan pendidikan menuju kolaborasi yang lebih luas antara sumber daya manusia, pengetahuan, dan riset.
Sementara itu, Wakil Rektor UKSW Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Profesor Yafet Yosafet Wilben Rissy mengatakan penandatanganan MoU akan segera ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis.
“Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU ini, akan segera dilakukan diskusi teknis pelaksanaan kerja sama di bawah koordinasi Direktorat Kerja Sama,” jelas Yafet.
Pembahasan teknis tersebut akan menjadi tahap penting untuk menerjemahkan kesepakatan tingkat kelembagaan menjadi program yang lebih konkret.
Menjaga Kedekatan Indonesia dan Timor-Leste Lewat Kampus
Kerja sama UKSW dan UNTL juga memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar hubungan antaruniversitas.
Pendidikan tinggi menjadi salah satu ruang yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan Timor-Leste melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman akademik, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dengan rekam jejak alumni UKSW asal Timor-Leste dan enam staf UNTL yang kini sedang menempuh pendidikan pascasarjana, hubungan tersebut telah memiliki fondasi yang nyata.
Ke depan, kerja sama diharapkan berkembang melalui pendidikan pascasarjana, penelitian, serta berbagai program akademik lainnya.
Kolaborasi tersebut sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan.
Bagi UKSW, kerja sama ini sejalan dengan karakter kampus yang selama ini menempatkan keberagaman dan pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian penting dari perjalanan institusi.
Sementara bagi UNTL, hubungan dengan UKSW membuka ruang untuk memperkuat kapasitas akademik dan sumber daya manusia yang pada akhirnya diharapkan kembali memberi kontribusi bagi pembangunan pendidikan tinggi di Timor-Leste.
Dengan demikian, MoU yang ditandatangani di Salatiga tersebut bukan sekadar dokumen kerja sama. Di baliknya terdapat agenda yang lebih panjang, membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan Timor-Leste melalui pendidikan, riset, dan manusia-manusia yang kelak membawa ilmu tersebut kembali untuk masyarakatnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.