Akhirussanah SMA Muhammadiyah 1 Simo Penuh Khidmat dan Haru
Akhirussanah tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan emosional antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.
NUMLIT, BOYOLALI — SMA Muhammadiyah 1 Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, sukses menyelenggarakan kegiatan akhirussanah dengan penuh khidmat dan suasana haru, Selasa (5/5/2026).
Mengusung tema “Melangkah Pasti, Mengukir Prestasi, Menjadi Generasi Rabbani”, acara yang digelar di sekolah tersebut menjadi momen berkesan bagi seluruh siswa, guru, dan wali murid yang hadir.
Kegiatan diawali dengan rangkaian pembukaan yang tertib, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak.
“Saya berharap para lulusan mampu melanjutkan perjalanan hidup dengan penuh keyakinan serta tetap menjunjung nilai-nilai keislaman dalam setiap langkahnya,” kata Kepala SMA Muhammadiyah 1 Simo, Dwitya Nadia Fatmawati, S.Pd.,M.Pd., dalam sambutannya.
Selain sebagai ajang perpisahan, acara ini juga menjadi momen apresiasi bagi para siswa berprestasi.
Penghargaan akademik diberikan kepada siswa peraih peringkat terbaik, yaitu peringkat I diraih Nurul Alfiyah dan peringkat II diraih Mutiara Febriyanti.
Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada siswa-siswi yang berhasil diterima melalui jalur seleksi nasional, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan pencapaian mereka dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Di bidang keagamaan, sekolah turut memberikan penghargaan tahfidz kepada siswa yang memiliki capaian dalam menghafal Alquran. Salah satu penghargaan diberikan kepada Niha Khaulatul Luthfiyyah yang berhasil menghafal Alquran sebanyak 6 juz.
Berbagai penampilan turut memeriahkan acara, mulai dari persembahan ucapan perpisahan yang menyentuh, tarian tradisional yang memukau, hingga musikalisasi puisi yang berhasil menghadirkan suasana reflektif bagi para hadirin. Setiap penampilan menjadi simbol kenangan dan ungkapan rasa terima kasih siswa kepada sekolah.
Puncak acara diisi dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh trainer Muh. Zain Fuadi. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita dan tidak melupakan jasa orang tua.

Suasana berubah menjadi sangat emosional ketika para siswa melakukan prosesi sungkem kepada orang tua. Tangis haru pun pecah, menyelimuti seluruh ruangan dan menjadi momen paling menggetarkan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Akhirussanah ini tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan emosional antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Dengan penuh harapan, para lulusan diharapkan mampu melangkah pasti menuju masa depan dan mengukir prestasi sebagai generasi rabbani. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.