74 Siswa SDII Al Abidin Sragen Diwisuda Tahfidz, Ada yang Capai Hafalan 9 Juz
Capaian hafalan diharapkan tidak berhenti hanya pada seremoni wisuda, tetapi menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
NUMLIT, SRAGEN — SDII Al Abidin Sragen kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi Qurani melalui Wisuda Tahfidz yang digelar di Gedung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Suasana haru dan bangga menyelimuti acara saat puluhan siswa tampil dengan capaian hafalan Al-Qur’an yang mengesankan di usia sekolah dasar (SD).
Sebanyak 74 siswa dari program unggulan Tahfidz Class Program (TCP) mengikuti wisuda tersebut. Para peserta berasal dari siswa kelas I hingga kelas V dengan capaian hafalan yang beragam, mulai dari kategori Karimah hingga hafalan 9 juz.
Dalam wisuda tahun ini, sebanyak 15 siswa masuk kategori Karimah, 16 siswa hafal 1 juz, 19 siswa hafal 2 juz, 13 siswa hafal 3 juz, 10 siswa hafal 4 juz, empat siswa hafal 5 juz, empat siswa hafal 6 juz, dua siswa hafal 7 juz, dan satu siswa berhasil mencapai hafalan 9 juz.
Mereka juga diuji publik oleh orang tua dan tamu undangan untuk mengetes kemampuan hafalan mereka.
Capaian tertinggi diraih oleh Zaydan Ahza Musyaffa dari kelas V Utsman bin Affan yang sukses menyelesaikan hafalan 9 juz Al-Qur’an.

Selain itu, penghargaan khusus juga diberikan kepada Umar Abdul Aziz dari kelas IV Abdurrahman bin Auf sebagai siswa dengan capaian sertifikasi terbanyak selama periode Juli 2025 hingga Mei 2026. Dalam kurun waktu tersebut, Umar berhasil menyelesaikan sertifikasi hafalan juz 2, 3, 4, dan 5.
Kepala Sekolah SDII Al Abidin Sragen, Indah Kurniawati S.S, S.Pd., mengaku terharu melihat perkembangan hafalan para siswa yang dinilainya tidak lepas dari dukungan besar para orang tua di rumah.
“Saya terharu melihat capaian hafalan Al-Qur’an dari anak-anak. Ini tentu tidak terlepas dari dukungan orang tua yang terus membersamai mereka di rumah,” ujarnya saat diwawancarai seusai acara.
Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti hanya pada seremoni wisuda, tetapi menjadi bagian dari karakter dan kebiasaan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya anak-anak tetap menjaga hafalan, mengamalkan, dan terus menambah hafalannya,” tambahnya.
Indah menjelaskan wisuda tahfidz kali ini khusus diikuti siswa dari program unggulan TCP karena mereka memiliki target kelulusan minimal hafal 10 juz Al-Qur’an. Selain TCP, SDII Al Abidin Sragen juga memiliki dua program unggulan lain, yakni International Class Program (ICP) dan Information and Communication Technology (ICT).
Untuk siswa di program ICP dan ICT, target hafalan minimal yang ditetapkan sekolah adalah dua juz. Meski demikian, masing-masing program juga memiliki penguatan kompetensi sesuai bidangnya.
Program ICP, misalnya, memiliki agenda Assembly Show Talent yang menampilkan kemampuan public speaking dan bahasa Inggris siswa di ruang publik, termasuk pusat perbelanjaan. Sementara program ICT rutin menggelar expo produk teknologi informasi karya siswa beserta presentasinya.
Menurut Indah, sekolah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik semata, tetapi juga berupaya memetakan potensi anak sejak dini agar dapat diarahkan sesuai minat dan bakat mereka.
“Kami tidak sekadar memberikan bekal pendidikan umum, tetapi juga memitigasi potensi siswa sejak awal dan mengasahnya agar menjadi bekal untuk masa depan mereka,” jelasnya.
Selain penguatan akademik dan kompetensi khusus, sekolah juga menjalankan program International Leadership sebagai bagian dari pendidikan karakter. Dalam program tersebut, siswa dibiasakan mempraktikkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak diharapkan memiliki karakter yang baik dan kuat sebagai bekal hidup bermasyarakat,” katanya.
SDII Al Abidin Sragen juga membuka program inden bagi calon siswa sejak usia TK A. Program tersebut ditawarkan dengan biaya yang relatif lebih ringan bagi orang tua yang ingin mempersiapkan pendidikan anak sejak dini. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.