Puluhan Pelajar Karanganyar Tampil Memukau di Lomba Tari Karang Tumandang
Tari Karang Tumandang merupakan tari penyambutan khas Kabupaten Karanganyar yang terinspirasi dari kisah Nyi Ageng Karang sebagai tokoh cikal bakal Karanganyar.
NUMLIT, KARANGANYAR — Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar dipenuhi semangat dan nuansa budaya Jawa dalam gelaran lomba Tari Karang Tumandang pada Jumat (22/5/2026).
Puluhan pelajar dari tingkat SMP hingga SMA/SMK tampil membawakan tari khas Karanganyar tersebut dengan penuh penghayatan dalam rangkaian Festival Budaya Kabupaten Karanganyar 2026.
Festival budaya yang berlangsung selama tiga hari, Rabu–Jumat (20–22/5/2026), menghadirkan dua agenda utama, yakni lomba karawitan tingkat SD/MI dan SMP/MTs serta lomba Tari Karang Tumandang untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK sederajat.
Pada hari terakhir pelaksanaan festival, Jumat, sebanyak 33 peserta tingkat SMP sederajat dan 14 peserta tingkat SMA/SMK mengikuti lomba Tari Karang Tumandang.
Para peserta menampilkan koreografi yang memadukan keluwesan gerak, kekompakan, serta penghayatan terhadap nilai budaya lokal.

Untuk kategori SMA/SMK sederajat, Juara I diraih SMAN Colomadu, disusul SMAN 1 Karanganyar sebagai Juara II dan SMAN Jumapolo sebagai Juara III. Sementara Juara Harapan I diraih SMKN Matesih, Harapan II SMAN Karangpandan, dan Harapan III SMAN Kebakkramat.
Adapun pada kategori SMP/MTs sederajat, SMPN 2 Jaten berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II ditempati SMPN 1 Karanganyar dan Juara III diraih SMPN 1 Jumantono. Sedangkan Juara Harapan I hingga III masing-masing diraih SMPN 1 Kebakkramat, SMPN 2 Jenawi, dan SMPN 1 Jaten.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Heri Sutrisno, S.Sn., M.M., mengatakan kemampuan peserta tahun ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
Menurutnya, kualitas penampilan siswa baik tingkat SMP maupun SMA/SMK mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dilihat dari penampilan peserta lomba Tari Karang Tumandang, baik SMP maupun SMA dan SMK, terlihat perkembangan yang menggembirakan karena ada peningkatan kemampuan anak yang signifikan dalam membawakan Tari Karang Tumandang,” ujarnya, saat diwawancarai seusai acara.

Heri berharap para guru pelatih dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan agar kemampuan siswa semakin berkembang. Ia juga mengungkapkan rencana Disdikbud Karanganyar untuk menambah materi lomba pada festival tahun depan.
“Ke depan kami rencanakan tidak hanya Tari Karang Tumandang, tetapi juga akan dilombakan Tari Tri Dharma yang menceritakan perjuangan Raden Mas Said dengan ajaran Tri Dharma-nya,” katanya.
Tari Karang Tumandang sendiri merupakan tari penyambutan khas Kabupaten Karanganyar yang terinspirasi dari kisah Nyi Ageng Karang sebagai tokoh cikal bakal Karanganyar. Tarian tersebut diciptakan pada 2021 dan pada 17 Agustus 2025 resmi ditetapkan Bupati Karanganyar H. Rober Christianto, S.E., M.M. sebagai tari penyambutan tamu di Kabupaten Karanganyar.
Menurut Heri, pelaksanaan Festival Budaya Karanganyar selama tiga hari berjalan lancar dengan antusiasme peserta, sekolah, maupun masyarakat yang terus meningkat.
“Alhamdulillah kegiatan dari awal sampai akhir berjalan lancar. Antusiasme peserta, sekolah, dan penonton umum meningkat,” pungkasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.