Lomba Tari Ratoh Jaroe di SMKN 1 Surakarta Jadi Ruang Belajar Kekompakan dan Kreativitas Pelajar Soloraya
Nilai-nilai dalam tari Ratoh Jaroe sejalan dengan semangat pendidikan yang saat ini didorong pemerintah, yakni membangun karakter siswa melalui kolaborasi dan kreativitas.
NUMLIT, SURAKARTA — SMKN 1 Surakarta, Jawa Tengah, bakal menggelar Lomba Ratoh Jaroe tingkat SMP sederajat se-Soloraya pada Sabtu (23/5/2026) mendatang.
Kompetisi yang akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB itu menjadi ajang pertama yang digelar sekolah untuk mewadahi kreativitas sekaligus pengembangan seni tari Ratoh Jaroe di kalangan pelajar.
Bertempat di SMKN 1 Surakarta, lomba ini tidak sekadar menjadi pertunjukan seni tari, tetapi juga diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Guru Produktif Akuntansi sekaligus pembina ekstrakurikuler tari Ratoh Jaroe SMKN 1 Surakarta, Baskoro Hadi.
Menurut Baskoro, filosofi tari Ratoh Jaroe sangat erat dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Mulai dari kolaborasi, kreativitas, kesopanan, semangat, hingga nilai doa tercermin dalam setiap gerakan tarian yang dimainkan secara kompak oleh para penari.
“Kalau ada satu orang saja yang salah, akan terlihat kurang bagus semuanya. Tapi kalau seluruh tim kompak dan rapi, hasilnya akan terlihat indah bersama-sama. Di situlah nilai pendidikan dan kerja sama yang ingin kami tanamkan,” ujarnya, saat diwawancarai di SMKN 1 Surakarta, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, nilai-nilai dalam tari Ratoh Jaroe sejalan dengan semangat pendidikan yang saat ini didorong pemerintah, yakni membangun karakter siswa melalui kolaborasi dan kreativitas.
Lomba tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperluas perkembangan Ratoh Jaroe di lingkungan sekolah. Baskoro menyebut pihaknya bersama komunitas Risan Kreatif selama ini aktif mengembangkan tari Ratoh Jaroe mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Kami ingin memfasilitasi anak-anak yang memiliki minat di bidang ini. Harapannya nanti setiap sekolah punya kelompok Ratoh Jaroe,” katanya.
Ekstrakurikuler Ratoh Jaroe sendiri sudah berjalan selama empat tahun di SMKN 1 Surakarta. Awalnya, penampilan para penari hanya menggunakan iringan musik rekaman. Namun kini, pertunjukan sudah didukung penabuh musik secara langsung sehingga tampil lebih hidup dan atraktif.
Latihan rutin terus dilakukan agar siswa memiliki ruang berkembang sekaligus kesempatan tampil dalam berbagai ajang perlombaan maupun pertunjukan seni.
Hingga saat ini, panitia mencatat sudah ada delapan kelompok yang mendaftar dari target 10 peserta. Pendaftaran masih dibuka hingga Jumat (22/5/2026).
Peserta berasal dari berbagai daerah di Soloraya, di antaranya Boyolali, Sragen, Karanganyar, dan Surakarta. Kompetisi ini terbuka bagi seluruh SMP sederajat tanpa batasan asal sekolah.
Baskoro menjelaskan, dalam lomba Ratoh Jaroe nanti aspek yang dinilai bukan hanya keseragaman gerakan, tetapi juga kreativitas koreografi yang ditampilkan masing-masing kelompok.
“Tarian Ratoh Jaroe pada dasarnya memiliki iringan yang relatif sama. Yang membedakan adalah kreativitas koreografinya, bagaimana peserta mampu menampilkan kekompakan sekaligus ide-ide baru,” ungkapnya.
Melalui lomba ini, SMKN 1 Surakarta berharap seni tradisi dapat semakin dekat dengan generasi muda sekaligus menjadi sarana pembentukan karakter yang menyenangkan dan relevan dengan dunia pendidikan saat ini. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.