SMPN 1 Karanganyar Raih Juara I Festival Karawitan, Disdikbud Sebut Potensi Pelajar Makin Menjanjikan
Karawitan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga media pendidikan karakter karena mengajarkan disiplin, kerja sama, kesabaran, dan rasa hormat terhadap budaya sendiri.
NUMLIT, KARANGANYAR — SMPN 1 Karanganyar berhasil meraih Juara I Lomba Karawitan tingkat SMP/MTs dalam Festival Budaya Kabupaten Karanganyar 2026 yang digelar Disdikbud Karanganyar, Kamis (21/5/2026).
Prestasi tersebut semakin menguatkan optimisme pemerintah daerah terhadap berkembangnya potensi seni tradisi di kalangan pelajar muda.
Posisi Juara II diraih SMPN 4 Karanganyar, sedangkan Juara III berhasil dibawa pulang SMP Muhammadiyah Mojogedang. Sementara kategori Harapan diraih SMPN 5 Karanganyar sebagai Juara Harapan I, SMPN 1 Jumapolo sebagai Juara Harapan II, dan SMPN 1 Matesih sebagai Juara Harapan III.

Festival yang digelar sebagai bagian peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional itu diikuti 19 sekolah SMP/MTs se-Kabupaten Karanganyar. Para peserta menampilkan kemampuan memainkan gamelan melalui sajian ketawang, ladrang, hingga lancaran dengan berbagai kreativitas garapan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Heri Sutrisno S.Sn., M.M., mengatakan kualitas peserta tahun ini menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini persiapan dan kualitas peserta meningkat. Keterampilan mereka juga sudah luar biasa. Garapan-garapan yang sulit ternyata mereka juga bisa tampilkan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Heri, keberhasilan para peserta tidak lepas dari keseriusan sekolah dan guru pembimbing dalam melatih siswa. Variasi sajian yang dibawakan para peserta membuat perlombaan berlangsung menarik dan tidak monoton.
“Pilihan garapan dari guru pembimbing sangat variatif. Itu membuat tampilan peserta tidak membosankan,” katanya.
Ia juga menyoroti kemampuan para pelajar pada bagian kendang yang dinilai cukup menonjol tahun ini. Menurutnya, kendang menjadi salah satu unsur paling sulit dalam karawitan karena membutuhkan kemampuan menjaga tempo sekaligus memimpin keseluruhan permainan gamelan.
“Yang paling membanggakan justru di bagian kendang. Karanganyar punya bibit-bibit pengendang muda yang bagus,” ungkapnya.
Seluruh penampilan peserta dinilai langsung oleh juri dari dosen karawitan ISI Surakarta untuk menjaga kualitas dan netralitas penilaian. Aspek yang dinilai meliputi sajian keseluruhan, garap vokal, kreativitas tabuhan ricikan, hingga harmonisasi antarpemain.

Disdikbud Karanganyar berharap festival budaya semacam ini terus menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan bakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Menurut Heri, karawitan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga media pendidikan karakter karena mengajarkan disiplin, kerja sama, kesabaran, dan rasa hormat terhadap budaya sendiri.
“Kita ingin meneruskan budaya Jawa, mengembangkan bakat anak-anak, sekaligus melestarikan budaya,” tuturnya.
Festival Budaya Karanganyar tahun ini menghadirkan dua agenda utama, yakni lomba karawitan tingkat SD/MI dan SMP/MTs serta lomba Tari Karang Tumandang untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK sederajat. Seluruh rangkaian lomba dilaksanakan Rabu-Jumat (20-22/5/2026) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar.
Pada hari ketiga, Jumat (22/5/2026), giliran lomba Tari Karang Tumandang untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/MA/SMK. Total ada 33 peserta SMP sederajat dan 14 SMA sederajat.
Tari Karang Tumandang menjadi tari penyambutan khas Kabupaten Karanganyar dan terinspirasi dari kisah Nyi Ageng Karang sebagai tokoh cikal bakal Karanganyar.
Tarian tersebut diciptakan pada tahun 2021. Pada 17 Agustus 2025, oleh Bupati Karanganyar H. Rober Christianto, S.E., M.M., Tari Karang Tumandang ditetapkan sebagai tari penyambutan tamu.
Melalui festival ini, Pemkab Karanganyar berharap generasi muda semakin dekat dengan budaya daerah sekaligus mampu menjaga warisan tradisi di tengah perkembangan zaman. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.