Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah, Dari Loji Gandrung Muncul Seruan Anak Muda Peduli Sampah dan Masa Depan Bangsa
Pemuda Muhammadiyah ke depan diharapkan semakin responsif terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
NUMLIT, SURAKARTA — Peringatan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah di Kota Surakarta, Jawa Tengah, tidak sekadar menjadi ajang temu kader lintas generasi.
Dari Loji Gandrung, rumah dinas Wali Kota Surakarta, muncul seruan kuat agar generasi muda ikut terlibat menjawab persoalan lingkungan hingga tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.
Pesan itu mengemuka dalam sarasehan kader lintas generasi yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Surakarta pada Minggu (24/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tokoh senior Pemuda Muhammadiyah sekaligus Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Hajriyanto Y. Thohari.
Suasana sarasehan berlangsung hangat. Kader muda hingga senior duduk bersama membicarakan arah gerakan pemuda di tengah perubahan zaman, mulai persoalan sampah, penguatan ideologi, hingga peran kader dalam kehidupan kebangsaan.
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, dalam sambutannya secara khusus mengajak Pemuda Muhammadiyah ikut mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kini menjadi isu serius di berbagai daerah.

Menurutnya, generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan kedekatan dengan masyarakat yang dibutuhkan untuk menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kami mengajak Pemuda Muhammadiyah untuk fokus membantu masyarakat dalam memberikan solusi penguraian sampah ke depannya. Mari menjaga bumi dan semesta kita demi anak-anak serta masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Ajakan tersebut mendapat perhatian peserta sarasehan. Isu lingkungan dinilai bukan lagi persoalan kecil, melainkan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan.
Di sisi lain, Hajriyanto Y. Thohari menekankan pentingnya penguatan ideologi dan nilai perjuangan Muhammadiyah di kalangan kader muda.
Menurut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1993–1998 itu, kader Muhammadiyah harus memiliki semangat serta kepercayaan diri untuk mengambil peran di ruang sosial, keumatan, hingga kebangsaan.

Ia menyebut kader Muhammadiyah bukan hanya penerus organisasi, tetapi juga pelopor perubahan sosial yang membawa nilai keadilan dan kemajuan.
“Acara sarasehan ini penting agar kader Muhammadiyah memahami perannya sebagai pelopor, pelangsung, sekaligus penyempurna amal usaha dan cita-cita Muhammadiyah,” katanya.
Hajriyanto juga menilai kader muda perlu memiliki keberanian untuk tampil di berbagai bidang, baik organisasi, kepemimpinan publik, maupun pengabdian masyarakat.
Sementara itu, Ketua PDPM Surakarta, Andi Tri Prasetyo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyatuan visi antar kader lintas generasi di Kota Solo.

Menurutnya, Pemuda Muhammadiyah ke depan diharapkan semakin responsif terhadap persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Kami berharap lahir kader umat, kader bangsa, dan kader persyarikatan yang lebih peka terhadap berbagai isu di Kota Surakarta,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Umar Hasyim yang menilai reuni dan sarasehan lintas generasi seperti itu penting untuk terus diintensifkan. Selain memperkuat silaturahmi, forum tersebut dinilai mampu menjaga semangat kaderisasi dan transfer pengalaman antar generasi.
Puncak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Surakarta itu akhirnya bukan hanya menjadi perayaan usia organisasi.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa peran pemuda tetap dibutuhkan untuk menjaga arah masa depan bangsa, mulai dari isu lingkungan, sosial, hingga penguatan nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang terus bergerak cepat. (Masagung/ Aryanto)



No Comment! Be the first one.