Saat Kanker Menguji Sang Fighter, tetapi Tak Pernah Mengalahkannya
Kanker mungkin mengubah perjalanan hidup seseorang, tetapi tidak selalu menghentikan mimpi, semangat, dan harapan.
NUMLIT, SURAKARTA — Bagi banyak orang, kata “kanker” sering kali terdengar seperti akhir dari banyak rencana. Mimpi yang tertunda, aktivitas yang harus berhenti, hingga masa depan yang terasa mendadak berubah.
Namun bagi Linda Darrow, diagnosis kanker justru menjadi pertarungan terbesar yang mengajarkannya arti kekuatan yang sesungguhnya.
Kisah itulah yang akan dibagikan Linda dalam acara “Stronger Than Cancer: Survivor Sharing Session” yang diselenggarakan Rumah Sakit Onkologi Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang berbagi inspirasi bagi para pejuang dan penyintas kanker agar tidak merasa berjuang sendirian.

Linda bukan sosok asing di dunia olahraga bela diri. Ia dikenal sebagai petarung MMA internasional sekaligus National Champion One Pride MMA Women Straw Weight selama periode 2017 hingga 2021.
Di arena pertandingan, ia terbiasa menghadapi lawan dengan mental baja. Namun suatu hari, lawan terberat justru datang dari dalam tubuhnya sendiri.
Seperti banyak pasien lainnya, fase awal diagnosis kanker menjadi masa yang penuh ketakutan dan ketidakpastian. Bukan hanya soal pengobatan, tetapi juga kekhawatiran terhadap masa depan, keluarga, dan mimpi-mimpi yang belum terwujud.
Namun perlahan Linda menyadari bahwa menerima kenyataan adalah langkah pertama untuk bisa bangkit.
Sebagai atlet, Linda mengaku rasa sakit fisik bukan hal yang asing. Tetapi saat menjalani pengobatan kanker, ia belajar bahwa pertarungan mental sering kali jauh lebih berat dibandingkan pertarungan fisik.
Ada hari-hari ketika tubuh terasa lemah, semangat menurun, dan rasa takut datang tanpa diundang.
“Bagi saya, yang paling berat bukan hanya rasa sakitnya, tetapi bagaimana menjaga pikiran tetap positif ketika kondisi tubuh sedang tidak baik,” ungkapnya.
Dukungan yang Menjadi Obat
Dalam perjalanan melawan kanker, Linda menyadari bahwa tidak ada pejuang yang benar-benar bisa bertarung sendirian.

Keluarga, sahabat, tenaga kesehatan, dan orang-orang terdekat menjadi sumber energi yang membantunya bertahan melewati masa-masa sulit.
Ia menyebut dukungan sederhana seperti mendengarkan keluh kesah, menemani kontrol ke rumah sakit, atau sekadar memberikan semangat memiliki dampak besar bagi pasien kanker.
“Kadang pasien tidak membutuhkan nasihat panjang. Kehadiran dan perhatian saja sudah sangat berarti,” ujarnya.
Pesan itu sejalan dengan tujuan kegiatan yang digagas RS Onkologi Solo, yaitu membangun kesadaran bahwa proses penyembuhan kanker tidak hanya membutuhkan terapi medis, tetapi juga dukungan emosional yang kuat.
Kanker Tidak Mengakhiri Mimpi
Marketing Executive RS Onkologi Solo, Yekti Rohana, mengatakan kegiatan ini sengaja menghadirkan penyintas kanker dengan latar belakang inspiratif agar peserta mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang perjuangan melawan kanker.
Menurutnya, para peserta tidak hanya memperoleh edukasi medis dari dokter, tetapi juga mendapat suntikan motivasi dari mereka yang telah melewati proses panjang pemulihan.
Selain Linda Darrow, kegiatan ini menghadirkan Dokter Subspesialis Ginekologi Onkologi, dr. Heru Priyanto, Sp.O.G., Subsp. Onk., serta Dokter Spesialis Kejiwaan dr. Anastasia Venny Y., Sp.KJ., M.Biomed.

Melalui sesi berbagi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa kanker bukan hanya persoalan penyakit, melainkan juga perjalanan emosional yang membutuhkan pendampingan dan harapan.
Bagi Linda sendiri, pengalaman menghadapi kanker justru membuatnya menemukan makna baru tentang hidup.
Ia percaya bahwa setiap orang memiliki pertarungannya masing-masing. Yang terpenting bukan seberapa berat tantangannya, melainkan bagaimana seseorang memilih untuk bangkit setiap kali terjatuh.
“Kanker mungkin mengubah perjalanan hidup seseorang, tetapi tidak selalu menghentikan mimpi, semangat, dan harapan. Selama kita masih mau berjuang, selalu ada alasan untuk terus melangkah,” ujarnya.
Pesan itulah yang ingin dibawa Linda kepada para pejuang kanker yang hadir di RS Onkologi Solo: bahwa harapan selalu ada, dan tidak ada seorang pun yang harus berjuang sendirian. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.