Di Panggung Digital Nasional, Wonogiri Buktikan Transformasi Bisa Dimulai dari Daerah
Wonogiri meraih penghargaan Kategori Pemerintah Daerah untuk Digitalisasi Ekonomi Daerah serta menempati posisi Adipati II dalam penilaian keseluruhan Adipati Awards.
NUMLIT, WONOGIRI — Siapa sangka kabupaten yang selama ini dikenal dengan bentang perbukitan, waduk, dan wilayah yang tersebar luas justru mampu tampil sebagai salah satu daerah paling progresif dalam transformasi digital.
Prestasi itu kembali dibuktikan Kabupaten Wonogiri dengan memborong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Adipati Awards 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Kick-Off ADIKARYA FEST 2026 di Solo Square Mall, Jumat (23/5/2026), sebuah ajang yang mengangkat tema “Tangguh Digital, Karya Budaya, dan Daulat Rupiah.”
Dalam kesempatan tersebut, Wonogiri berhasil meraih penghargaan pada Kategori Pemerintah Daerah untuk Digitalisasi Ekonomi Daerah serta menempati posisi Adipati II dalam penilaian keseluruhan Adipati Awards.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam memperluas pemanfaatan teknologi digital untuk pelayanan publik, transaksi ekonomi, dan penguatan tata kelola pemerintahan.

Adipati Awards sendiri merupakan singkatan dari Apresiasi Digitalisasi Pemerintah Daerah dan Korporasi, sebuah program yang digagas Bank Indonesia untuk mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah.
Penghargaan ini tidak hanya menilai penggunaan teknologi semata, tetapi juga sejauh mana pemerintah daerah mampu membangun ekosistem digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan Wonogiri dinilai tidak lahir secara instan. Di balik penghargaan tersebut terdapat kerja kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga masyarakat yang semakin akrab dengan berbagai layanan digital.
Transformasi tersebut menjadi penting karena digitalisasi kini tidak lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mempercepat layanan, memperluas akses ekonomi, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan pemerintahan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menyebut pencapaian Wonogiri menjadi contoh bahwa tantangan geografis bukan penghalang untuk maju.
“Wonogiri telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah hambatan untuk melompat lebih tinggi dan menjadi pelopor transformasi digital di Soloraya,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi Pemkab Wonogiri.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah saat ini tidak lagi ditentukan oleh kedekatan dengan pusat ekonomi semata, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Bagi Wonogiri, penghargaan ini bukan sekadar tambahan koleksi prestasi. Lebih dari itu, penghargaan menjadi penanda bahwa upaya membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif mulai membuahkan hasil.
Ke depan, digitalisasi diharapkan semakin memperluas peluang bagi pelaku UMKM, mempercepat layanan publik, serta membuka akses ekonomi yang lebih merata hingga ke wilayah pedesaan.
Dengan dua penghargaan Adipati Awards 2026 di tangan, Wonogiri menunjukkan bahwa daerah dapat tumbuh dan bersaing melalui inovasi.
Dari wilayah yang dahulu identik dengan tantangan akses, Wonogiri kini menjelma menjadi salah satu contoh keberhasilan transformasi digital yang patut diperhitungkan di tingkat nasional. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.