Piknik Literasi 2026 Hadirkan Misi Penyelamatan Desa untuk Anak
Literasi juga bisa tumbuh dari petualangan, permainan, dan pengalaman nyata yang membuat anak-anak semakin dekat dengan dunia di sekeliling mereka.
NUMLIT, MAGELANG — Belakangan ini liburan sekolah sering kali identik dengan waktu luang yang dihabiskan di depan layar gawai.
Table Of Content
Namun, komunitas Read Aloud Magelang menawarkan alternatif yang berbeda. Melalui program Piknik Literasi 2026, anak-anak diajak keluar rumah untuk belajar, bermain, dan bertualang langsung di alam terbuka.
Tahun ini, Read Aloud Magelang berkolaborasi dengan Living Museum Kebon Pasinaon menghadirkan kegiatan bertajuk “STEM Heritage Rescue – Tim Penolong Desa” yang akan digelar pada Minggu, 5 Juli 2026, di Living Museum Kebon Pasinaon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman, kegiatan ini dirancang untuk mengajak anak-anak usia 7–10 tahun belajar literasi, sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) melalui berbagai tantangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Anggota Read Aloud Magelang, Anisa Setya Arifina, mengatakan Piknik Literasi bukan sekadar kegiatan membaca atau bermain biasa. Anak-anak akan diajak terlibat dalam petualangan yang mengasah rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak-anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang membuat mereka berpikir, berkolaborasi, dan menemukan solusi,” ujar Anisa, Rabu (17/6/2026).
Menjadi Penolong Desa dalam Petualangan Edukatif
Dalam kegiatan tersebut, peserta akan berperan sebagai Tim Penolong Desa yang harus menyelesaikan sejumlah misi.
Anak-anak akan diajak menyelamatkan sumur darurat desa, membangun menara penolong, menyiapkan tas siaga penjelajah, menjalankan misi menanam pohon, hingga mengenal berbagai tanaman dan ramuan tradisional melalui Rumah Jamu Desa.

Menurut Anisa, seluruh aktivitas dirancang agar anak-anak dapat belajar melalui pengalaman nyata sekaligus mengenal nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting kehidupan masyarakat.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa belajar bisa dilakukan di mana saja. Melalui permainan dan eksplorasi lingkungan, mereka dapat mengenal budaya, alam, dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini,” katanya.
Literasi yang Lebih Dekat dengan Kehidupan
Berbeda dengan kegiatan literasi yang identik dengan buku dan ruang kelas, Piknik Literasi menghadirkan pendekatan yang lebih kontekstual.
Anak-anak diajak membaca situasi, mengamati lingkungan, berdiskusi, dan menyelesaikan tantangan bersama teman-teman sebaya. Aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Selain itu, suasana alam Living Museum Kebon Pasinaon dipilih karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat kedekatan anak dengan lingkungan sekitar.
Kuota Terbatas
Piknik Literasi 2026 akan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan hanya menyediakan kuota untuk 50 peserta.
Dengan biaya pendaftaran Rp99.000, peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari goodie bag, slayer, snack, makan siang, kupon donasi, hingga kesempatan memperoleh hadiah menarik.
Pendaftaran dibuka hingga 1 Juli 2026 atau sampai kuota terpenuhi.
Nisa mengungkapkan bahwa setiap tahun kegiatan serupa selalu mendapat antusiasme tinggi dari orang tua maupun anak-anak. Karena itu, masyarakat yang berminat diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota habis.
“Kami berharap anak-anak dapat mengisi masa liburan dengan pengalaman yang berkesan, bertemu teman-teman baru, sekaligus memperoleh banyak pembelajaran yang mungkin tidak mereka temukan di ruang kelas,” ujarnya.
Melalui Piknik Literasi 2026, Read Aloud Magelang ingin menunjukkan bahwa literasi tidak selalu hadir dalam bentuk buku yang dibaca di meja belajar.
Literasi juga bisa tumbuh dari petualangan, permainan, dan pengalaman nyata yang membuat anak-anak semakin dekat dengan dunia di sekeliling mereka. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.