Ketika Buku dan Makanan Bergizi Bertemu untuk Menyiapkan Generasi Sehat
MABAR GIZI dirancang sebagai ruang pertemuan antara literasi dan pemenuhan gizi, dua hal yang sama-sama penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
NUMLIT, WONOGIRI — Apa jadinya jika waktu membaca buku sekaligus menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tentang pentingnya makanan bergizi?
Gagasan sederhana itu diwujudkan melalui program MABAR GIZI (Mari Membaca dan Raih Gizi Melalui Makan Bergizi Gratis) di Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Senin (3/8/2026).
Program tersebut tidak sekadar menghadirkan aktivitas membaca bagi anak-anak. MABAR GIZI dirancang sebagai ruang pertemuan antara literasi dan pemenuhan gizi, dua hal yang sama-sama penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kelurahan Pagutan, TP PKK Kelurahan Pagutan, dan SPPG Kecamatan Manyaran.
Kolaborasi tersebut menjadi upaya bersama untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi.
Dari perpustakaan, anak-anak diajak mendekat dengan buku. Dari kegiatan makan bergizi, mereka diperkenalkan pada pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
Harapannya, keduanya dapat berjalan beriringan untuk membentuk generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas.
Sekretaris Kecamatan Manyaran, Widodo, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai budaya membaca perlu dikenalkan sejak usia dini.
Menurutnya, kebiasaan membaca bukan hanya berkaitan dengan kemampuan memahami informasi, tetapi juga menjadi bekal dalam pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Apresiasi juga diberikan kepada Perpustakaan Rumah Pintar Kelurahan Pagutan yang sebelumnya berhasil meraih Juara II Pengelolaan Perpustakaan Tingkat Kabupaten Wonogiri.
Prestasi tersebut menjadi modal sekaligus dorongan agar perpustakaan tidak berhenti sebagai tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi terus berkembang menjadi ruang belajar dan berkegiatan bagi masyarakat.
Orang Tua Jadi Kunci
Di balik upaya menumbuhkan kegemaran membaca pada anak, keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting.
Ketua TP PKK Kecamatan Manyaran, Umi Toto Tri Mulyarto, yang turut mendampingi anak-anak dalam kegiatan tersebut, mengajak para orang tua untuk menjadi contoh nyata bagi putra-putrinya.
Menurutnya, kecintaan terhadap buku akan lebih mudah tumbuh apabila anak melihat kebiasaan membaca juga dilakukan di lingkungan keluarga.
Dengan demikian, gerakan literasi tidak berhenti ketika anak berada di perpustakaan. Kebiasaan tersebut diharapkan terbawa ke rumah dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Bukan Sekadar Acara Sesaat
Yang menarik, MABAR GIZI tidak dirancang sebagai kegiatan sekali jalan. Pihak Kelurahan Pagutan menyatakan program ini akan digelar setiap satu bulan sekali, yakni pada Senin pekan pertama.
Sasarannya pun tidak hanya anak-anak. Ibu hamil dan balita juga diharapkan dapat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Langkah ini membuat MABAR GIZI memiliki cakupan yang lebih luas. Perpustakaan tidak hanya menjadi ruang tumbuh bagi budaya baca, tetapi juga menjadi titik temu berbagai upaya untuk mendukung keluarga dan tumbuh kembang anak.
Dari sebuah kegiatan sederhana, Pagutan mencoba membangun ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, kesehatan, keluarga, dan komunitas.
Sebab, membangun generasi masa depan tidak cukup hanya dengan membuat anak pintar membaca. Mereka juga membutuhkan tubuh yang sehat, lingkungan keluarga yang mendukung, serta masyarakat yang mau bergerak bersama.
Dan di Perpustakaan Rumah Pintar Pagutan, upaya itu dimulai dengan dua hal yang sederhana yaitu membaca dan makan bergizi. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.