Dewan Pendidikan Dikukuhkan, Salatiga Siapkan Kolaborasi Besar untuk Masa Depan Pendidikan
Dewan Pendidikan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kualitas pendidikan sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah.
NUMLIT, SALATIGA — Membangun pendidikan yang berkualitas tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah atau pemerintah.
Table Of Content
Dibutuhkan kolaborasi yang melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat luas.
Semangat kolaborasi itulah yang menjadi pesan utama dalam pengukuhan Dewan Pendidikan Kota Salatiga Masa Bakti 2026–2031 yang dilakukan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG., di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Rabu (10/6/2026).
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya peran baru Dewan Pendidikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal kualitas pendidikan sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pendidikan periode sebelumnya yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan dunia pendidikan di Kota Salatiga.
“Terima kasih atas segala dedikasi, tenaga, pemikiran, dan pengabdian yang telah diberikan selama ini untuk kemajuan dunia pendidikan di Kota Salatiga,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemkot Salatiga.
Pendidikan Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, tantangan pendidikan juga semakin kompleks.
Tidak hanya soal peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan literasi digital, hingga penyiapan generasi muda yang mampu bersaing di tingkat global.
Karena itu, menurut Robby, keberadaan Dewan Pendidikan menjadi sangat penting sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan berbagai perspektif dan gagasan dari masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa anggota Dewan Pendidikan periode 2026–2031 dipilih melalui proses yang terbuka, transparan, dan objektif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Anggota Dewan Pendidikan Kota Salatiga Masa Bakti 2026–2031 yang dikukuhkan terdiri atas Sugiman, Wahidin, BPH Pramusinta, Ameliasari Tauresia Kesuma, Zia Ul Haq, Fatchurrohman, Illya Muhsin, Purwanto (unsur organisasi profesi), Purwanto (unsur organisasi sosial kemasyarakatan), Mahsun Azmi, dan Torik Huda Kurniawan.
Dengan komposisi yang beragam, Dewan Pendidikan diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai rekomendasi dan solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Salatiga.
“Dewan Pendidikan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus jembatan antara pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat,” katanya.
Menjadi Mitra Kritis dan Pemberi Solusi
Lebih dari sekadar lembaga pendamping, Dewan Pendidikan juga diharapkan mampu menjadi mitra kritis yang memberikan masukan secara objektif dan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pendidikan.
Wali Kota menekankan pentingnya menjaga integritas, independensi, dan netralitas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, pendidikan membutuhkan ruang dialog yang sehat agar setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan peserta didik.
Ia berharap Dewan Pendidikan tidak hanya hadir sebagai pelengkap struktur kelembagaan, tetapi mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini.
Menyiapkan Generasi Unggul
Pemerintah Kota Salatiga sendiri terus menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Berbagai upaya dilakukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, hingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Menurut Robby, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial.
Karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat.
“Kemajuan pendidikan bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
Harapan Baru untuk Pendidikan Salatiga
Pengukuhan Dewan Pendidikan periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi Kota Salatiga untuk memperkuat kolaborasi dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di masa depan.
Dengan hadirnya para tokoh dari berbagai latar belakang dalam kepengurusan baru, harapan besar disematkan agar Dewan Pendidikan mampu menjadi penghubung yang efektif antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.
Pada akhirnya, tujuan yang ingin dicapai bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi sekolah atau prestasi akademik, melainkan menghadirkan pendidikan yang mampu membuka peluang yang setara bagi setiap anak untuk meraih masa depan terbaiknya.
Karena masa depan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan pembangunan fisik, tetapi juga melalui kualitas generasi yang dipersiapkan hari ini. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.