Awalussanah SDII Al Abidin Sragen Perkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga
Tidak sekadar seremoni penerimaan siswa baru, Awalussanah dirancang sebagai ruang perkenalan yang melibatkan anak dan orang tua dalam satu rangkaian pembelajaran yang bermakna.
NUMLIT, SRAGEN — Suasana hangat, penuh semangat, dan sarat makna mewarnai pelaksanaan Awalussanah SD Islam Internasional (SDII) Al Abidin Sragen Tahun Ajaran 2026/2027 yang digelar di Teuku Jacob Hall, Museum Sangiran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (17/6/2026).
Mengusung tema “First Step to Bright Future”, kegiatan ini menjadi momentum penyambutan bagi peserta didik baru kelas 1 yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka di SDII Al Abidin Sragen.
Tidak sekadar seremoni penerimaan siswa baru, Awalussanah dirancang sebagai ruang perkenalan yang melibatkan anak dan orang tua dalam satu rangkaian pembelajaran yang bermakna.
Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah dan penampilan tari Ratoe Jaroe yang dibawakan siswa kelas 5.
Penampilan tersebut sukses memukau para tamu undangan sekaligus memberikan gambaran kepada peserta didik baru mengenai beragam potensi yang dapat dikembangkan selama menempuh pendidikan di SDII Al Abidin Sragen.
Kepala SDII Al Abidin Sragen, Indah Kurniawati, S.S., S.Pd., mengatakan Awalussanah merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang kuat antara sekolah, peserta didik, dan orang tua.
“Kami ingin menyambut anak-anak dengan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan pemahaman kepada orang tua bahwa pendidikan merupakan proses kolaboratif antara sekolah dan keluarga. Ketika keduanya berjalan seiring, insyaallah perkembangan anak akan lebih optimal,” ujarnya saat diwawancarai seusai acara.
Belajar Sejarah di Sangiran
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah sesi edukasi yang difasilitasi oleh tim Museum Sangiran. Para siswa baru diajak mengenal warisan dunia tersebut melalui pemutaran video edukatif mengenai sejarah dan kekayaan ilmu pengetahuan yang tersimpan di kawasan Sangiran.

Setelah itu, anak-anak diajak berkeliling museum untuk melihat langsung berbagai koleksi dan informasi mengenai kehidupan manusia purba serta perkembangan peradaban.
Menurut Indah, pemilihan Museum Sangiran sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain menjadi ikon edukasi Kabupaten Sragen, Sangiran juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak.
“Kami ingin sejak hari pertama sekolah, anak-anak merasakan bahwa belajar itu menyenangkan. Museum Sangiran menjadi media yang sangat baik untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, semangat belajar, dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan,” katanya.
Orang Tua Belajar Bersama
Sementara anak-anak mengikuti kegiatan tur edukatif, para orang tua mendapatkan pembekalan melalui kajian parenting yang disampaikan oleh Ustaz Ridwanullah, S.Pd.I., Al-Hafiz.
Dalam kajian tersebut, para orang tua diajak memahami bagaimana mendidik anak sesuai tuntunan para nabi, di antaranya melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Nuh AS yang sarat nilai keteladanan dalam membangun karakter generasi penerus.
Materi tersebut disambut antusias oleh para wali murid karena memberikan perspektif bahwa pendidikan karakter sejatinya dimulai dari rumah.
Indah menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik siswa, tetapi juga berupaya memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.
“Melalui parenting ini kami berharap terbangun kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Pendidikan yang berhasil tidak hanya ditentukan oleh apa yang terjadi di sekolah, tetapi juga oleh bagaimana keluarga memberikan teladan dan pendampingan di rumah,” jelasnya.
Menyongsong Masa Depan Cerah
Rangkaian Awalussanah ditutup dengan penampilan perdana siswa-siswi kelas 1 yang tampil penuh percaya diri di hadapan orang tua dan seluruh peserta yang hadir.

Momen tersebut menjadi simbol langkah awal perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar SDII Al Abidin Sragen.
Sebagai sekolah yang mengembangkan program unggulan seperti International Class Program (ICP), Tahfidz Class Program (TCP), dan ICT Class Program, SDII Al Abidin Sragen terus berkomitmen menghadirkan pendidikan yang menyeimbangkan penguatan karakter Islami, kemampuan akademik, penguasaan teknologi, serta keterampilan abad ke-21.
“Kami berharap anak-anak yang hari ini memulai langkah pertamanya di SDII Al Abidin Sragen dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berwawasan global, cinta Al-Qur’an, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Inilah makna dari tema First Step to Bright Future yang kami usung tahun ini,” pungkas Indah.
Melalui Awalussanah 2026, SDII Al Abidin Sragen tidak hanya menyambut peserta didik baru, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi sekolah dan keluarga dalam mengantarkan anak menuju masa depan yang lebih cerah. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.