Jaga Warisan Sunan Kudus, UIN Serahkan Kerbau untuk Tradisi Buka Luwur
Hubungan antara UIN Sunan Kudus dan tradisi Buka Luwur bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan spiritual masyarakat Kudus.
NUMLIT, KUDUS — Menjelang peringatan Haul dan Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1448 H/2026 M, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi keagamaan yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
Table Of Content
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan satu ekor kerbau kepada Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus serta Panitia Buka Luwur, Senin (22/6/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr. H. Abdurrohman Kasdi, Lc., M.Si., di halaman parkir Menara Kudus, Jawa Tengah.
Kehadiran jajaran pimpinan kampus dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa hubungan antara UIN Sunan Kudus dan tradisi Buka Luwur bukan sekadar dukungan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan spiritual masyarakat Kudus.
Turut mendampingi Rektor, Wakil Rektor I Dr. Hj. Siti Malaiha Dewi, Wakil Rektor II Prof. H. Wahibur Rokhman, Kepala Biro Dr. H. Masmin Afif, serta sejumlah pimpinan unit di lingkungan UIN Sunan Kudus.
Menurut Abdurrohman Kasdi, keterlibatan kampus dalam Buka Luwur merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kudus, sekaligus bagian dari penguatan identitas lokal yang selama ini menjadi karakter khas masyarakat Kudus.
“Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen UIN Sunan Kudus dalam mendukung pelestarian tradisi dan kearifan lokal yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kudus. Penyerahan kerbau ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana ngalap berkah serta ikut menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan haul dan Buka Luwur,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UIN Sunan Kudus.
Kampus dan Kearifan Lokal
Bagi UIN Sunan Kudus, menjaga tradisi lokal bukan hanya tugas masyarakat adat atau tokoh agama. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam melestarikan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Karena itu, Abdurrohman menegaskan bahwa UIN Sunan Kudus akan terus berupaya mengangkat kearifan lokal sebagai bagian dari pengembangan institusi sekaligus kontribusi kampus terhadap masyarakat.
“UIN Sunan Kudus berkomitmen untuk mengangkat citra dan kearifan lokal masyarakat Kudus serta melestarikan warisan dan nilai-nilai yang diajarkan oleh Sunan Kudus. Semoga partisipasi ini membawa keberkahan dan kemanfaatan bagi kita semua,” katanya.
Tradisi yang Menyatukan Masyarakat
Kerbau yang diserahkan UIN Sunan Kudus diterima langsung oleh pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kyai Zainal dan Kyai Abdul Jalil, serta Ketua Panitia Buka Luwur Gus Arinal Haq.
Mewakili yayasan, Kyai Zainal menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan yang diberikan UIN Sunan Kudus terhadap pelaksanaan Buka Luwur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar UIN Sunan Kudus yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus tahun ini. Semoga UIN Sunan Kudus semakin maju dan terus memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat luas,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Gus Arinal Haq yang berharap sinergi antara pengelola Buka Luwur dan UIN Sunan Kudus terus terjalin dalam berbagai kegiatan pelestarian tradisi ke depan.
Dari Kerbau Menjadi Sego Brekat
Dalam tradisi Buka Luwur, kerbau memiliki makna yang istimewa. Hewan tersebut nantinya akan diolah menjadi bagian dari sego brekat, hidangan nasi besek berisi olahan daging kerbau yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Tradisi pembagian sego brekat menjadi salah satu rangkaian yang paling ditunggu setiap tahun. Ribuan warga dari berbagai daerah rela datang ke Kudus untuk mendapatkan nasi berkah tersebut.
Lebih dari sekadar makanan, sego brekat menjadi simbol sedekah, rasa syukur, serta kebersamaan yang diwariskan sejak lama.
Tradisi ini juga merefleksikan ajaran Sunan Kudus yang mengedepankan toleransi, kepedulian sosial, dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, dukungan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi seperti UIN Sunan Kudus, dinilai penting untuk memastikan tradisi Buka Luwur tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Di tengah arus modernisasi, keterlibatan kampus dalam tradisi Buka Luwur menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga akar budaya dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat.
Melalui langkah sederhana berupa penyerahan seekor kerbau, tersimpan pesan besar tentang pentingnya merawat warisan sejarah agar tetap memberi makna bagi generasi mendatang. (Wahyul Huda)



No Comment! Be the first one.