Rela Naik Bus Dua Hari dari Jambi, Kejar Mimpi Kuliah di UIN Sunan Kudus
Perjalanan dua hari dari Jambi menuju Kudus menunjukkan bahwa impian tidak selalu diukur dari dekat atau jauhnya tujuan, melainkan dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.
NUMLIT, KUDUS — Perjalanan sejauh ribuan kilometer bukan penghalang bagi Shohiba Mutria untuk mengejar cita-citanya.
Lulusan Pondok Pesantren Qira’atul Qur’an Jambi itu rela menempuh perjalanan hampir dua hari menggunakan bus demi mengikuti Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus.
Bagi Shohiba, perjalanan panjang tersebut bukan sekadar mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Lebih dari itu, perjalanan itu menjadi langkah awal untuk mewujudkan impian yang telah ia simpan sejak lama. Ia ingin melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa.
Meski tersedia lokasi ujian yang lebih dekat dari tempat tinggalnya di Jambi, Shohiba justru sengaja memilih UIN Sunan Kudus sebagai lokasi tes sekaligus kampus tujuan.
“Memang sengaja memilih UIN Sunan Kudus. Dari dulu saya sudah memiliki keinginan untuk kuliah di Jawa, sehingga ketika mendaftar UM-PTKIN saya langsung memilih UIN Sunan Kudus sebagai lokasi ujian sekaligus kampus tujuan,” ujarnya.
Pilihan tersebut membuat putra pasangan Wintoro dan Turida harus menempuh perjalanan darat yang panjang menuju Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Namun, rasa lelah seakan terbayar begitu ia menginjakkan kaki di kampus yang selama ini hanya dikenalnya melalui internet dan media sosial.
“Kampusnya bagus dan tidak mengecewakan. Selama ini saya hanya melihat dari internet dan media sosial, tetapi setelah datang langsung ternyata suasananya nyaman, bersih, dan fasilitasnya juga terlihat baik,” ungkapnya.
Shohiba mengaku mantap memilih Program Studi Manajemen Bisnis Syariah karena sesuai dengan minat sekaligus cita-citanya setelah lulus nanti.
Baginya, kesempatan melihat langsung kampus impian menjadi pengalaman yang tidak terlupakan.
Ia pun mengapresiasi pelayanan panitia selama pelaksanaan UM-PTKIN yang dinilainya tertib dan membantu peserta menjalani ujian dengan nyaman.

“Saya berharap bisa diterima di UIN Sunan Kudus dan belajar di Program Studi Manajemen Bisnis Syariah. Semoga apa yang saya cita-citakan dapat terwujud,” katanya penuh harap.
Kisah Shohiba menjadi potret bahwa semangat mengejar pendidikan sering kali mampu mengalahkan keterbatasan jarak.
Perjalanan dua hari dari Jambi menuju Kudus menunjukkan bahwa impian tidak selalu diukur dari dekat atau jauhnya tujuan, melainkan dari keberanian untuk mengambil langkah pertama.
Di sisi lain, kisah tersebut juga mencerminkan semakin luasnya daya tarik UIN Sunan Kudus. Kampus ini kini tidak hanya diminati calon mahasiswa dari Jawa Tengah, tetapi juga mampu menarik perhatian generasi muda dari berbagai penjuru Indonesia yang datang membawa harapan untuk menimba ilmu dan membangun masa depan.
Dengan tekad yang dibawanya dari Pulau Sumatra, Shohiba berharap perjalanan panjangnya menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar.
Ia ingin menjadi mahasiswa UIN Sunan Kudus dan mewujudkan cita-cita yang telah lama diperjuangkan. (Wahyul Huda)



No Comment! Be the first one.