Tak Cuma PIP, Pemkab Klaten Siapkan Jalur Beasiswa Kuliah bagi Siswa Kurang Mampu
Pemkab Klaten mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk program beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan SMA dan SMK dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik.
NUMLIT, KLATEN — Bagi banyak keluarga, bantuan pendidikan sering kali berhenti pada biaya sekolah. Namun Pemerintah Kabupaten Klaten ingin melangkah lebih jauh.
Table Of Content
Tidak hanya memastikan siswa tetap bertahan di bangku sekolah melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah daerah juga mulai membuka jalan agar mereka bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo saat menyerahkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 972 siswa di Pendapa Pemerintah Kabupaten Klaten, Rabu (1/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Hamenang mengungkapkan bahwa mulai tahun ini Pemkab Klaten mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk program beasiswa pendidikan tinggi bagi lulusan SMA dan SMK dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik.
“Kami ingin anak-anak Klaten tidak berhenti sampai SMA atau SMK. Mereka harus memiliki kesempatan melanjutkan kuliah sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup sekaligus menjadi generasi yang membawa Klaten semakin maju,” ujarnya.
Program beasiswa tersebut akan dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan akan terus diperluas pada tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak pelajar memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
PIP Jaga Asa Tetap Bersekolah
Sebelum melangkah ke jenjang perguruan tinggi, pemerintah juga memastikan akses pendidikan dasar dan menengah tetap terjaga melalui Program Indonesia Pintar.
Tahun ini, sebanyak 972 siswa di Kabupaten Klaten menerima bantuan PIP yang merupakan aspirasi Ketua DPR RI Puan Maharani.
Bantuan tersebut terdiri atas 351 siswa SD masing-masing menerima Rp450.000, sebanyak 343 siswa SMP masing-masing menerima Rp750.000. Kemudian, 108 siswa SMA masing-masing menerima Rp1.800.000, dan 170 siswa SMK masing-masing menerima Rp1.800.000.
Bupati Klaten menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPR RI atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan di Kabupaten Klaten.

“Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Klaten. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus memberi semangat kepada anak-anak untuk terus belajar,” katanya.
Cegah Anak Putus Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Titin Windiyarsih, menjelaskan bahwa Program Indonesia Pintar merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat mengakses pendidikan hingga jenjang menengah.
Menurutnya, bantuan PIP terbukti berkontribusi meningkatkan angka partisipasi sekolah, khususnya pada jenjang SMA dan SMK yang memiliki risiko putus sekolah lebih tinggi akibat faktor ekonomi.
Karena itu, Dinas Pendidikan terus memperkuat koordinasi dengan satuan pendidikan dan perbankan agar proses aktivasi rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berjalan lancar sehingga bantuan dapat diterima tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
Selain melalui jalur reguler, penyaluran PIP juga dilakukan melalui jalur aspirasi sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat, legislatif, dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Bagi Pemkab Klaten, bantuan pendidikan bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia.
Karena itu, penyerahan PIP dipandang sebagai langkah awal yang akan dilanjutkan dengan program beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Di akhir kegiatan, Bupati meminta Dinas Pendidikan, sekolah, serta seluruh pihak terkait terus mendampingi para penerima selama proses pencairan bantuan agar seluruh dana dapat diterima tanpa kendala.
“Dampingi para siswa dan orang tua. Jika ada kendala dalam pencairan, segera dikoordinasikan agar seluruh bantuan bisa tersalurkan seratus persen kepada mereka yang berhak,” tegasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.