UNDHA AUB Surakarta Ajak Akademisi Dunia Rumuskan Solusi Energi Terbarukan
Melalui konferensi internasional, UNDHA AUB ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk melahirkan gagasan yang dapat memperkuat ketahanan...
NUMLIT, SURAKARTA — Ketahanan energi menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, fluktuasi harga energi fosil, hingga tuntutan global untuk menekan emisi karbon.
Menjawab tantangan tersebut, Universitas Dharma AUB (UNDHA AUB) Surakarta menginisiasi ruang diskusi internasional yang mempertemukan akademisi dari berbagai negara guna mencari solusi konkret melalui pemanfaatan energi terbarukan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan International Conference bertajuk “Renewable Energy for Resilience Energy in Indonesia” yang digelar secara daring, Selasa (30/6/2026).
Forum ini menjadi wadah bertukar gagasan mengenai strategi memperkuat ketahanan energi nasional melalui inovasi, riset, serta kolaborasi lintas negara.
Penjabat Rektor Universitas Dharma AUB Surakarta, Dr. I Gusti Putu Diva Awatara, M.Si, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi ilmiah atas persoalan strategis yang dihadapi masyarakat, termasuk isu energi.
“Transisi menuju energi terbarukan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui konferensi internasional ini kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk melahirkan gagasan yang dapat memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan,” ujarnya.
Konferensi tersebut menghadirkan dua pembicara utama dengan perspektif berbeda.
Akademisi sekaligus peneliti dari Madagaskar, Rakotoarisoa Maminirina Fenitra, Ph.D., memaparkan pengalaman berbagai negara dalam mengembangkan energi ramah lingkungan beserta tantangan implementasinya.
Sementara itu, Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengulas pentingnya dukungan regulasi, kebijakan publik, serta peran perguruan tinggi dalam membangun ekosistem energi terbarukan di Indonesia.
Diskusi yang dipandu Kepala Program Studi Magister Manajemen UNDHA AUB Surakarta, Dr. Nugroho Wisnu Murti, M.Si., M.Ec.Dev., CA, berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu, mulai dari pengembangan teknologi hijau, penguatan riset, hingga peluang kolaborasi internasional dalam mempercepat transisi energi.
Menurut Dr. Putu Diva Awatara, tantangan ketahanan energi tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan masyarakat agar inovasi yang lahir dari dunia akademik benar-benar mampu diterapkan secara luas.
“Harapannya, konferensi ini tidak berhenti sebagai forum ilmiah semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi strategis dan riset-riset inovatif yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional,” katanya.
Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, serta praktisi dari berbagai institusi.
Selain menjadi ajang diseminasi ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat jejaring kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi energi bersih.
Penyelenggaraan konferensi merupakan hasil kolaborasi Universitas Dharma AUB Surakarta bersama Rova University, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDHA AUB Surakarta.
Melalui forum ini, UNDHA AUB menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan energi Indonesia yang lebih tangguh di masa mendatang. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.