Sharp Class Siapkan Talenta SMK Jawab Kebutuhan Industri Masa Depan
Sharp Class telah diimplementasikan di 28 SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatra, dan...
NUMLIT, JAKARTA – Upaya memperkuat pendidikan vokasi dan menyiapkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar lebih siap memasuki dunia kerja terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Salah satunya diwujudkan PT Sharp Electronics Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sharp Class.
Terbaru, Sharp Indonesia memperluas pelaksanaan program tersebut melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama SMKN 35 Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dunia industri dan dunia pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Penandatanganan MoU yang berlangsung di SMKN 35 Jakarta Barat tersebut dihadiri Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia Lise Tiasanty, S.IP., M.M., PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio, Kepala SMKN 35 Jakarta Sopandi, M.Pd., serta Kepala Seksi SMK, Kursus dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat Muchlis, SP.MSE.

Melalui program Sharp Class di SMKN 35 Jakarta Barat, sebanyak 25 siswa terpilih akan mengikuti pembelajaran intensif selama tiga bulan. Mereka akan mendapatkan pembekalan langsung dari tim pengajar profesional dari divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia.
Kurikulum Sharp Class dirancang berdasarkan kebutuhan industri dengan fokus pada penguasaan teori dan praktik di bidang Audio Video.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi secara konseptual, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.
Pembelajaran dalam program ini juga tidak berhenti pada aspek teknis. Para siswa akan mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja industri dan kedisiplinan, sekaligus didorong untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia Lise Tiasanty mengatakan, pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing.
“Sharp percaya bahwa pendidikan vokasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan berdaya saing. Melalui Sharp Class, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri sehingga para siswa memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja,” ujar Lise.
Ia berharap kolaborasi dengan SMKN 35 Jakarta dapat memberikan kontribusi terhadap lahirnya lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi bagi perkembangan industri nasional.
Kerja sama tersebut mendapat sambutan positif dari SMKN 35 Jakarta. Kepala SMKN 35 Jakarta Sopandi, M.Pd., menilai keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran memberikan pengalaman yang lebih aplikatif bagi peserta didik.
“Kerja sama dengan Sharp Indonesia merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi sekolah kami. Program ini memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif karena siswa memperoleh materi langsung dari praktisi industri,” kata Sopandi.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang lulusan untuk terserap di dunia kerja.
Dukungan terhadap kolaborasi pendidikan dan industri juga disampaikan Kepala Seksi SMK, Kursus dan Pelatihan Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat Muchlis, SP.MSE.
Menurutnya, kolaborasi semacam Sharp Class merupakan bentuk nyata penerapan konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha serta dunia industri.
“Kolaborasi antara dunia usaha dan dunia pendidikan seperti Sharp Class merupakan implementasi nyata konsep link and match yang terus kami dorong. Kami mengapresiasi komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi,” ujar Muchlis.
Ia berharap semakin banyak industri yang terlibat dalam pengembangan pendidikan vokasi sehingga dapat membantu mencetak lulusan SMK yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Telah Menjangkau 28 SMK
Sharp Class bukan merupakan program baru bagi Sharp Indonesia. Program CSR yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi tersebut pertama kali diperkenalkan pada 2012.
Hingga kini, Sharp Class telah diimplementasikan di 28 SMK yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Padang, serta sejumlah kota di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
Sejak pertama kali dijalankan, sebanyak 923 siswa tercatat telah mengikuti program Sharp Class. Dari jumlah tersebut, sekitar 10% lulusan berhasil bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia.
Sementara itu, lulusan lainnya melanjutkan karier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional atau memilih mengembangkan usaha secara mandiri.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pendidikan vokasi dan industri tidak hanya berhenti pada proses pembelajaran di dalam kelas.

Lebih jauh, keterlibatan industri dapat membuka peluang bagi siswa untuk mengenal standar kompetensi, budaya kerja, serta kebutuhan nyata dunia profesional sejak masih menempuh pendidikan.
Program Sharp Class sekaligus menjadi bagian dari upaya Sharp Indonesia mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui perluasan Sharp Class, Sharp Indonesia berharap dapat terus memperkuat kontribusinya dalam menciptakan lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Di saat yang sama, program ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
“Keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Melalui Sharp Class, kami ingin mendukung lahirnya generasi yang lebih siap menghadapi dunia kerja sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri,” kata PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia Pandu Setio.
Ia berharap program tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.