1.142 Mahasiswa Baru UDB Surakarta Ditantang Tak Sekadar Jadi Pencari Kerja
Mahasiswa Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta peluang.
NUMLIT, SURAKARTA — Sebanyak 1.142 mahasiswa baru Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta memulai perjalanan mereka di dunia perguruan tinggi dengan satu pesan kuat. Kuliah bukan sekadar jalan untuk mendapatkan ijazah dan mencari pekerjaan.
Pesan tersebut mengemuka dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang dirangkaikan dengan kuliah umum di UDB Surakarta, Senin (24/8/2026).
Mengusung tema “Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter: Tumbuh Tanpa Batas, Berdampak Global”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus membangun cara pandang baru tentang masa depan.
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., yang hadir sebagai narasumber utama, mendorong mahasiswa UDB agar tidak berhenti pada orientasi sebagai pencari kerja.
Menurut Astrid, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kompetensi, kepemimpinan, keberanian berkarya, sekaligus kepedulian terhadap masyarakat.
“Saya berharap mahasiswa Universitas Duta Bangsa tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta peluang. Jadilah pribadi yang berani bermimpi, berani berkarya, dan membawa semangat Universitas Dadi Bos—menjadi generasi yang mampu memimpin, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Astrid.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan dunia kerja yang menuntut lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berkreasi, dan membaca peluang.
Karena itu, masa perkuliahan dinilai perlu dimanfaatkan sebagai ruang untuk mencoba berbagai hal, membangun jejaring, serta mengembangkan kemampuan yang tidak selalu diperoleh dari ruang kelas.

Semangat tersebut kemudian diperkuat melalui kehadiran influencer dan kreator konten Suroto, S.Pd., Gr., atau yang akrab disapa Kak Otto.
Pemilik akun Instagram @oratoto.id tersebut membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai personal branding, kreativitas, serta pemanfaatan media digital secara positif di tengah transformasi teknologi.
Di hadapan mahasiswa baru, Kak Otto mengingatkan bahwa perkembangan media digital telah membuka ruang yang semakin luas bagi anak muda untuk membangun masa depan mereka sendiri.
“Di era digital, setiap orang punya kesempatan membangun masa depannya sendiri. Jangan takut mencoba, jangan takut berkarya. Mulailah dari apa yang kalian miliki hari ini, konsisten mengembangkan kemampuan, dan jadikan media digital sebagai ruang untuk menciptakan dampak positif,” ujarnya.
Materi tersebut mendapat respons antusias dari mahasiswa baru. Interaksi berlangsung aktif melalui sesi diskusi yang membahas kreativitas, personal branding, hingga peluang berkarya di ruang digital.
Kehadiran dua narasumber dengan perspektif berbeda tersebut membuat pembukaan PKKMB UDB tidak hanya berbicara tentang bagaimana mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga bagaimana mereka mulai memikirkan posisi dan kontribusinya di tengah masyarakat.
Sebelumnya, pembukaan PKKMB ditandai dengan penyematan almamater secara simbolis oleh Rektor UDB Surakarta kepada perwakilan mahasiswa baru. Prosesi tersebut menjadi penanda bergabungnya 1.142 mahasiswa baru ke dalam keluarga besar UDB Surakarta.
Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan sesi foto sebagai tanda dimulainya rangkaian PKKMB Tahun Akademik 2026/2027.
Bagi UDB Surakarta, PKKMB tidak sekadar menjadi agenda rutin untuk mengenalkan gedung, fasilitas, aturan, maupun lingkungan akademik kepada mahasiswa baru.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut diarahkan sebagai fondasi awal untuk membentuk mahasiswa yang memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, dan kesiapan menghadapi perubahan.
Tema “Tumbuh Tanpa Batas, Berdampak Global” pun menjadi penegasan bahwa perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi tidak seharusnya berhenti pada pencapaian akademik.
Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, menciptakan karya, membangun peluang, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dengan demikian, hari pertama mahasiswa baru di UDB bukan hanya tentang mengenakan almamater untuk pertama kalinya. Ada tantangan yang lebih besar yaitu bagaimana empat tahun masa kuliah nantinya dapat menjadi proses untuk tumbuh menjadi pribadi yang unggul, berkarakter, mandiri, dan mampu menciptakan dampak jauh melampaui lingkungan kampus. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.