10 Dosen UNS Masuk 5 Persen Peneliti Terbaik Dunia, Bukti Kuat Kampus Riset Berkelas Global
Penelitian para akademisi UNS selama ini mencakup beragam bidang strategis, mulai dari teknologi manufaktur, energi, material maju, pendidikan, ekonomi, hingga kebijakan publik.
NUMLIT, SURAKARTA — Prestasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di panggung akademik internasional kembali mendapat pengakuan.
Table Of Content
Sebanyak 10 dosen UNS berhasil masuk dalam daftar Top 5% Global Scientist Index 2025 yang dirilis lembaga pemeringkatan internasional independen SciRank Global.
Capaian ini bukan sekadar kebanggaan individu. Lebih dari itu, prestasi tersebut menjadi penanda semakin kuatnya posisi UNS sebagai salah satu perguruan tinggi riset Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Di tengah kompetisi global yang melibatkan lebih dari 10 juta peneliti aktif dari berbagai negara, sepuluh akademisi UNS berhasil menempatkan diri dalam kelompok elite peneliti dunia berdasarkan produktivitas dan dampak ilmiah karya-karya mereka.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS, Prof. I Gusti Ayu Ketut Rahmi Handayani, menyebut capaian tersebut sebagai pengakuan internasional atas kualitas riset yang selama ini dibangun UNS secara konsisten.
“Capaian tersebut merupakan hasil dari komitmen jangka panjang universitas dalam membangun ekosistem riset yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai tantangan global maupun nasional,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UNS, Kamis (11/6/2026).
Dominasi Fakultas Teknik
Menariknya, dari 10 dosen UNS yang masuk daftar tersebut, lima di antaranya berasal dari Fakultas Teknik (FT). Hal ini menunjukkan kuatnya budaya riset dan publikasi internasional di lingkungan FT UNS.
Berikut daftar dosen UNS yang masuk kategori 5 persen peneliti terbaik dunia versi SciRank Global 2025 beserta peringkat globalnya:
- Prof. Dr. Eng. Ir. Agus Purwanto, S.T., M.T. (Fakultas Teknik) #208.471
- Prof. Ir. Agung Tri Wijayanta, S.T., M.Eng., Ph.D. (Fakultas Teknik) #637.952
- Dr. Eng. Ir. Aditya Rio Prabowo, S.T., M.T., M.Eng. (Fakultas Teknik) #717.040
- Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si. (Fakultas Teknik) #793.434
- Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Teknik) #834.142
- Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) #878.929
- Prof. Dr. Kundharu Saddhono, S.S., M.Hum. (FKIP) #885.695
- Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng. (FKIP) #891.928
- Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis) #1.391.746
- Prof. Dr. Eng. Hendri Widiyandari, S.Si., M.Si. (FMIPA) #1.403.399
Posisi tertinggi ditempati Prof. Agus Purwanto yang berada di peringkat 208.471 dunia, sebuah capaian yang menunjukkan besarnya kontribusi penelitian UNS dalam lanskap ilmu pengetahuan global.
Bagaimana SciRank Menentukan Peneliti Terbaik Dunia?
Tidak seperti pemeringkatan yang hanya melihat jumlah publikasi atau banyaknya sitasi, SciRank menggunakan pendekatan yang lebih seimbang.
Baca juga: Bagaimana SciRank Global Menentukan Peneliti Terbaik Dunia?
Dalam pemeringkatan 2025, SciRank menganalisis lebih dari 10 juta profil peneliti aktif, 50 juta karya ilmiah. Data berasal dari OpenAlex, basis data ilmiah terbuka terbesar di dunia.
Untuk dapat masuk dalam penilaian, seorang peneliti harus memenuhi beberapa syarat yakni memiliki minimal 10 karya ilmiah terverifikasi, terdaftar sebagai individu aktif (bukan institusi atau kelompok penelitian), serta berkontribusi dalam bidang ilmu yang diakui secara global.
Setelah itu, SciRank menghitung skor menggunakan dua indikator utama yang diberi bobot sama besar.
Pertama, Produktivitas Penelitian yaitu jumlah karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan peneliti. Kedua, Dampak Penelitian, yaitu jumlah sitasi atau seberapa sering karya ilmiah tersebut digunakan dan dirujuk oleh peneliti lain di seluruh dunia.
Kedua indikator tersebut kemudian dinormalisasi sehingga menghasilkan Normalized Composite Score (NCS) atau skor gabungan yang adil.
Dengan metode ini, peneliti yang menghasilkan karya berkualitas tinggi tetapi tidak terlalu banyak tetap memiliki peluang bersaing dengan peneliti yang sangat produktif.
Lebih dari Sekadar Publikasi
Menurut Prof. Ayu, capaian para dosen UNS tidak hanya diukur dari banyaknya artikel yang diterbitkan di jurnal internasional.
Yang lebih penting adalah bagaimana hasil riset tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, industri, pendidikan, hingga penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Penelitian para akademisi UNS selama ini mencakup beragam bidang strategis, mulai dari teknologi manufaktur, energi, material maju, pendidikan, ekonomi, hingga kebijakan publik.

Karena itu, masuknya 10 dosen UNS ke dalam kelompok 5 persen peneliti terbaik dunia bukan hanya soal angka dan peringkat, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya peran UNS dalam menghasilkan pengetahuan yang berdampak secara global.
“Masuknya para peneliti UNS dalam kelompok 5 persen peneliti terbaik dunia merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas riset dan menguatkan ekosistem penelitian di UNS,” tegas Prof. Ayu.
Menuju Universitas Berkelas Dunia
Di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin ketat, pengakuan internasional semacam ini menjadi indikator penting bahwa kualitas riset UNS terus bergerak ke level yang lebih tinggi.
Ketika para dosennya mampu bersaing dengan jutaan peneliti dari berbagai negara, UNS tidak hanya sedang membangun reputasi akademik.
UNS juga memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberi kontribusi bagi Indonesia dan dunia.
Sepuluh nama yang masuk daftar SciRank Global 2025 itu pada akhirnya bukan hanya membawa prestasi pribadi.
Mereka menjadi wajah dari transformasi UNS menuju universitas riset berkelas dunia yang semakin diperhitungkan di panggung internasional. (Damar Sri Prakoso)



[…] 10 Dosen UNS Masuk 5 Persen Peneliti Terbaik Dunia, Bukti Kuat Kampus Riset Berkelas Global […]