Ini Single Terbaru The Adhika Project, Band Bentukan Dosen Univet Bantara Sukoharjo
The Adhika Project sebagai band rekaman daerah mencoba mengikuti selera kaum muda.
NUMLIT, SURAKARTA — Era pascapandemi adalah eranya kolaborasi, yang menjadi kunci sukses di zaman modern dan digital seperti saat ini.
Hal itu disadari pula oleh The Adhika Project, band yang dibentuk oleh Adhika Prasetya, dosen Ilmu Komunikasi Univet Bantara Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sejak 2024, band rekaman asal Soloraya ini hampir selalu menggandeng tokoh, penyanyi, atau musikus lain dalam setiap karya-karyanya.
Setelah merilis single versi akustik “Jatuh Cinta di Solo” bersama Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, Ketua MUI Pusat Prof Dr KH Asrorun Ni’am Sholeh di lagu “Selalu tentang Kamu”, dan PSM Aurea Voce Univet Bantara Sukoharjo pada tahun 2025 dengan lagu “Penggemar Fanatikmu”, The Adhika Project kali ini kembali merilis single hasil kolaborasi dengan seorang wedding singer dan penyiar radio, Sherly Anjali. Single Romantic Ballads bernuansa galau ini berjudul “Hilang”.
Lagu dari band yang beranggotakan Adhika Prasetya (piano, keyboard, strings), M. Hafidz (guitars & bass), Ridho Wicaksono, Rifqi Minov, dan Fathul Anwar (Vokal) ini bisa dinikmati di semua platform musik digital, seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Joox, dan lain-lain, mulai pertengahan Maret 2026.

Di tengah gempuran musik-musik AI Generated, The Adhika Project selalu menghadirkan musik yang murni, organik, dan genuine, serta tentunya memiliki rasa dan nyawa yang kuat.
Semua lagu diciptakan secara organik dan manual oleh sang komposer, Adhika Prasetya. Semua aransemen dan track Instrumen pun diisi langsung oleh Adhika pada piano, keyboard, dan string orkestra, serta Muhammad Hafidz pada gitar, bass, dan drum.
“Lagu ‘Hilang’ bercerita mengenai kisah asmara yang kandas, yang awalnya sempat bersemi serta sempat mendalam. Karena dinamika dalam kehidupan dan mungkin kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh salah satu pihak, akhirnya pihak yang lain merasa jengah dan berpaling. Pihak yang bersalah pun mengakuinya dan merasa pantas ditinggalkan, namun di sisi lain dia juga masih merasakan cinta yang besar kepada pasangannya, sampai menganalogikan bahwa pasangannya tersebut seperti udara untuk bernapas bagi dirinya,” kata Adhika, baru-baru ini.
Sebelumnya, The Adhika Project pernah merilis karya dengan vibes dan atmosfer serupa, berjudul “Remuk” yang cukup sukses karena diputar di banyak radio di Soloraya, dan telah didengarkan ribuan kali di platform musik Spotify.
Aransemen musik single “Hilang” ini sedikit banyak terpengaruh oleh Pop Rock Ballads 90-an, semisal Bryan Adams, Richard Marx, Michael Learns to Rock, atau Michael W. Smith, yang dibalur sound modern.
Lagu ini banyak menggunakan progresi akord yang “miring” dan kompleks agar terdengar lebih padat dan kaya.
Penggunaan sound grand piano vintage ala 80-an juga membahana sepanjang awal lagu, memperkuat kesan sedih dan “hopeless” di lagu ini, namun tetap terdengar classy dan mewah.
Kemunculan suara perempuan sopran melengking dari Sherly Anjali dalam lagu ini juga menambah warna tersendiri di lagu ini. Di samping tiga vokalis pria yang telah eksis sebelumnya, suara Sherly membuat lagu ini terdengar lebih fresh dibandingkan lagu-lagu The Adhika Project sebelumnya.
Menurut Adhika, tren musik saat ini yang banyak membidik sasaran pasar Gen-Z memang masih didominasi oleh lagu-lagu cinta bertema broken heart, selain lagu-lagu yang bertema retrospektif dan perenungan, serta gejala sosial masa kini dari musikus-musikus seperti Hindia, Barasuara, atau Perunggu.
“The Adhika Project sebagai band rekaman daerah mencoba mengikuti selera kaum muda, dan memilih genre Pop-Rock dengan lirik-lirik mengenai percintaan dan suasana perkotaan dengan produksi lagu yang matang serta berkualitas,” ujarnya.
Hampir semua lagu The Adhika Project direkam, lanjut dia, di-mixing, dan Mastering di Sev Records Studio Surakarta oleh sound engineer profesional, yang memang memiliki latar belakang pendidikan musik.
The Adhika Project adalah band rekaman yang dibentuk tahun 2023, yang telah merilis 11 single di semua platform musik digital. Beberapa di antaranya menjadi hits, seperti “Jatuh Cinta di Solo”, “Remuk”, “Penggemar Fanatikmu”, dan “Surga Dunia”, telah tembus ribuan pendengar di platform Spotify, dijadikan background musik di Instagram & TikTok, dan diputar di beberapa radio di Soloraya. (Damar Sri Prakoso/*)



No Comment! Be the first one.