Mahasiswa UGM Ciptakan Cara Baru Hadapi Gangguan Kecemasan Generasi Muda
CalmBar merupakan snack bar berbahan alami yang diformulasikan untuk membantu menjaga kestabilan suasana hati.
NUMLIT, JOGJA — Ketika angka gangguan kecemasan di kalangan anak muda terus meningkat, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memilih mencari solusi yang berbeda.
Mereka tidak merancang obat ataupun terapi konvensional, melainkan menghadirkan kombinasi camilan sehat dan aplikasi digital yang dirancang membantu generasi muda mengenali sekaligus mengelola kecemasan sejak dini.
Inovasi tersebut lahir dari kegelisahan terhadap semakin banyaknya remaja yang menghadapi tekanan psikologis di era digital.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan lebih dari satu miliar orang hidup dengan gangguan kesehatan mental.
Di Indonesia, persoalan itu bahkan diperkirakan lebih besar daripada data resmi, termasuk tingginya angka bunuh diri yang dipicu gangguan mental.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa UGM yang terdiri atas Ikhlasul Amal (Fakultas Biologi), Qorina Nisrina Hafshah (Fakultas Teknologi Pertanian), Zikra Fataha Al Mutansir (FK-KMK), Diva Nadiartalika, dan Athar Rosyad Partadireja (Fakultas Psikologi) mengembangkan dua inovasi yang saling terintegrasi, yakni CalmBar dan SELF-SCAN.
CalmBar merupakan snack bar berbahan alami yang diformulasikan untuk membantu menjaga kestabilan suasana hati. Produk ini memadukan kacang hijau, biji labu, duckweed (Lemna minor), kacang tanah, peppermint, madu, kismis, hingga Virgin Coconut Oil (VCO).
Berbagai bahan tersebut dipilih karena mengandung protein nabati, magnesium, zat besi, antioksidan, serta senyawa bioaktif seperti GABA, triptofan, dan mentol yang diketahui berpotensi mendukung fungsi sistem saraf dan membantu regulasi emosi.
Namun, menurut Ketua Tim Ikhlasul Amal, makanan sehat saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan kesehatan mental.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya membantu seseorang merasa lebih baik sesaat, tetapi juga membantu mereka memahami dirinya sendiri. Kesehatan mental bukan hanya tentang mengatasi gejala, tetapi membangun kemampuan mengenali pola pikir dan respons emosional,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Karena itu, CalmBar dipadukan dengan SELF-SCAN (Self-Scan: A Youth-Driven Ecological Metacognitive System for Addressing the Global Youth Anxiety Crisis in the Digital Era), sebuah aplikasi yang membantu pengguna mengenali pola pikir, emosi, dan pemicu kecemasan secara real time.
Melalui pendekatan Ecological Momentary Assessment (EMA), aplikasi tersebut memantau dinamika psikologis pengguna dalam kehidupan sehari-hari. Sistem kemudian memberikan refleksi sekaligus rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi emosional pengguna saat itu.
Fitur seperti Algorithmic Trigger Radar, The Auditor, dan Pattern Intelligence dirancang untuk membantu pengguna mengenali penyebab kecemasan, melakukan evaluasi diri, hingga membangun ketahanan mental dalam jangka panjang.
Yang menarik, kedua inovasi itu dirancang saling melengkapi. Saat mengonsumsi CalmBar, pengguna juga mendapatkan panduan latihan pernapasan (breathing exercise) dan teknik grounding 5-4-3-2-1 yang tercetak pada kemasan produk. Sementara aplikasi SELF-SCAN memperkuat proses tersebut melalui pendampingan digital yang bersifat personal.
Menurut Amal, pendekatan ini mengubah paradigma penanganan kesehatan mental yang selama ini cenderung bersifat reaktif menjadi lebih preventif.
“Kami memanfaatkan aktivitas sehari-hari seperti makan dan penggunaan gawai sebagai pintu masuk membangun kebiasaan menjaga kesehatan mental. Harapannya, dukungan psikologis menjadi lebih mudah diakses dan tidak lagi terasa menakutkan,” katanya, dikutip dari laman resmi UGM.
Pendekatan multidisiplin yang memadukan ilmu biologi, teknologi pangan, kedokteran, dan psikologi tersebut mendapat apresiasi di tingkat internasional.
Dalam ajang 5th International Youth Summit (IYS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, tim mahasiswa UGM berhasil meraih Silver Medal Theme Sub Health, Silver Medal Theme Sub Food, serta Favorite Poster Theme Sub Food.

Bagi mereka, penghargaan tersebut bukan tujuan akhir. Tim berharap CalmBar dan SELF-SCAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui riset, penyempurnaan prototipe, hingga implementasi di masyarakat.
Mereka meyakini dukungan kesehatan mental perlu hadir lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya ketika seseorang sudah mengalami krisis.
Di tengah meningkatnya tantangan kesehatan mental generasi muda, inovasi sederhana yang lahir dari ruang kuliah ini menunjukkan bahwa solusi tidak selalu harus datang dari ruang praktik psikologi.
Terkadang, ia bisa dimulai dari sebatang camilan sehat yang mengajak seseorang berhenti sejenak, menarik napas, lalu belajar memahami dirinya sendiri. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.