Lewat Program BTI, 40 Siswa SMA Rasakan Langsung Dunia Industri di Solo
40 siswa SMA dari berbagai sekolah di Solo Raya diajak merasakan langsung bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di dunia industri melalui Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang...
NUMLIT, SURAKARTA – Belajar sains dan teknologi tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas.
Sebanyak 40 siswa SMA dari berbagai sekolah di Solo Raya justru diajak merasakan langsung bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan di dunia industri melalui Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang diselenggarakan Politeknik ATMI Surakarta.
Selama sepekan, Rabu-Selasa (1–7/7/2026), para peserta mengikuti pembelajaran berbasis praktik, eksperimen, hingga kunjungan lapangan ke sejumlah pusat inovasi dan industri.
Menurut Wakil Direktur Bidang Kerjasama dan Pusat Karir Politeknik ATMI Surakarta Ir. FX. Suryadi, Dipl.Ing.FH., M.T., program ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sejak bangku sekolah.
“Politeknik ATMI Surakarta menjadi salah satu dari 27 mitra penyelenggara Program Bina Talenta Indonesia tahun 2026,” ujar FX Suryadi, Rabu (1/7/2026).
Kampus vokasi tersebut dipercaya menangani bidang STEM melalui pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan pada pengalaman langsung (experiential learning), sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat penerapannya di lapangan.
Kegiatan dipusatkan di Syariah Hotel Solo sebagai lokasi kelas dan penginapan, sementara praktik lapangan dilaksanakan di Politeknik ATMI Surakarta, Solo Technopark, serta PT Solo Abadi Indonesia.
Seluruh rangkaian dirancang agar peserta memperoleh gambaran utuh mengenai ekosistem teknologi, manufaktur, dan inovasi industri di Indonesia.
Sebanyak 40 siswa yang mengikuti program ini berasal dari berbagai SMA di Solo Raya dengan latar belakang kemampuan yang beragam.
Mereka dibagi ke dalam dua kelas STEM tingkat dasar yang berjalan secara paralel, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih intensif dan interaktif.
Melalui pendekatan berbasis proyek dan eksperimen, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta kolaborasi. Semua itu adalah kompetensi yang semakin dibutuhkan di era transformasi teknologi.
Program Bina Talenta Indonesia sendiri merupakan inisiatif pengembangan talenta nasional yang berfokus pada tiga bidang utama, yakni STEM, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), dan koding.
Melalui keterlibatan berbagai perguruan tinggi dan mitra penyelenggara di Indonesia, program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan revolusi industri sekaligus memiliki daya saing global.
Bagi Politeknik ATMI Surakarta, kata FX Suryadi, keikutsertaan dalam Program Bina Talenta Indonesia menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkenalkan pendidikan vokasi berbasis industri kepada pelajar sejak dini.
“Melalui pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja, peserta diharapkan semakin mengenal potensi diri sekaligus memperoleh inspirasi untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di bidang teknologi dan rekayasa,” imbuhnya.
Dengan memadukan pembelajaran di kelas, praktik laboratorium, hingga kunjungan ke dunia industri, Program BTI 2026 tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga membuka cara pandang baru bahwa inovasi lahir dari keberanian mencoba, bereksperimen, dan belajar langsung dari lapangan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.