UNS Siapkan Ruang Lahirnya Diplomat, Budayawan, dan Inovator Masa Depan
Gedung V FIB dirancang menjadi pusat pembelajaran interaktif berbasis teknologi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya, kemanusiaan, dan karakter kebangsaan yang selama ini menjadi identitas...
NUMLIT, SURAKARTA – Sebuah gedung baru tengah dipersiapkan di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.
Namun bagi UNS, pembangunan ini bukan sekadar menambah deretan bangunan kampus, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang mampu membawa budaya Indonesia ke panggung dunia.
Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung V Fakultas Ilmu Budaya UNS oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., Rabu (8/7/2026).
Menurut Prof. Hartono, perguruan tinggi yang unggul tidak hanya dibangun melalui kurikulum yang berkualitas atau dosen yang kompeten, tetapi juga didukung lingkungan belajar yang mampu mendorong kreativitas, kolaborasi, dan lahirnya inovasi.
“Penyediaan infrastruktur yang modern, nyaman, kondusif, dan berorientasi pada masa depan merupakan investasi strategis yang harus terus dilakukan untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi,” ujarnya.
Berbeda dari pandangan yang menganggap pembangunan gedung hanya sebatas proyek fisik, UNS justru memaknainya sebagai ruang yang akan melahirkan gagasan-gagasan besar.
Gedung V FIB dirancang menjadi pusat pembelajaran interaktif berbasis teknologi, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai budaya, kemanusiaan, dan karakter kebangsaan yang selama ini menjadi identitas Fakultas Ilmu Budaya.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya UNS memperkuat kualitas pendidikan di tengah tantangan global. Selama ini, FIB telah melahirkan banyak lulusan yang berkiprah sebagai akademisi, peneliti, diplomat, budayawan, jurnalis, hingga pelaku industri kreatif.
Reputasi fakultas juga terus meningkat melalui bertambahnya profesor dan doktor, penguatan riset, kerja sama internasional, serta berbagai prestasi mahasiswa di bidang seni, bahasa, dan budaya.
Pembangunan Gedung V sekaligus menjadi implementasi semangat Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam konsep tersebut, perguruan tinggi didorong tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi.
Bagi UNS, keberadaan gedung baru ini diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi penelitian humaniora yang relevan dengan kebutuhan zaman, penguatan diplomasi budaya Indonesia, hingga lahirnya inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Prof. Hartono menegaskan bahwa nilai sebuah bangunan tidak diukur dari kemegahan arsitekturnya.
“Gedung dapat berdiri karena beton dan baja, tetapi maknanya akan ditentukan oleh ilmu pengetahuan yang dikembangkan di dalamnya, karakter yang dibentuk, karya-karya yang dihasilkan, serta kontribusi yang diberikan kepada masyarakat, bangsa, dan dunia,” tegasnya.

Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan tepat waktu, memenuhi standar mutu, mengedepankan keselamatan kerja, serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Dekan FIB UNS, Dr. Dwi Susanto, S.S., M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan yang telah lama menjadi harapan sivitas akademika fakultas.
Menurutnya, Gedung V akan menjadi pengungkit peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperkuat posisi FIB sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu humaniora di Indonesia.
“Kami berharap pembangunan gedung ini membawa manfaat besar bagi perkembangan FIB. Dukungan universitas menjadi energi bagi kami untuk terus menghasilkan lulusan unggul, riset berkualitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pelestarian budaya Indonesia,” ujarnya.
Melalui pembangunan Gedung V, UNS kembali menegaskan bahwa membangun kampus bukan hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih representatif, tetapi juga mempersiapkan ruang bagi lahirnya pemimpin, peneliti, budayawan, dan diplomat budaya yang akan membawa nama Indonesia ke tingkat global. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.