RS Onkologi Solo Buka Pelatihan Penatalaksanaan Pasien Kanker dengan Kemoterapi
Pelatihan ini ditujukan bagi perawat yang sedang atau akan bertugas di ruang penyakit dalam maupun ruang onkologi.
NUMLIT, SURAKARTA – Rumah Sakit Onkologi Solo kembali membuka kesempatan bagi tenaga keperawatan untuk meningkatkan kompetensi dalam pelayanan pasien kanker melalui Pelatihan Penatalaksanaan Pasien Kanker dengan Kemoterapi Batch 5.
Program ini diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) RS Onkologi Solo bekerja sama dengan RS Kanker Dharmais Jakarta Barat.
Pelatihan tersebut dirancang sebagai program pengembangan kompetensi bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien kanker, khususnya perawat di unit onkologi maupun kemoterapi.
Kegiatan mengombinasikan pembelajaran teori secara daring dengan praktik langsung sehingga peserta memperoleh pemahaman komprehensif sekaligus pengalaman klinis.
Pusdiklat RS Onkologi Solo menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi meningkatnya kebutuhan pelayanan kanker yang berkualitas di Indonesia.
“Pelayanan pasien kanker membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus, mulai dari pengetahuan dasar mengenai kanker hingga keterampilan dalam penatalaksanaan kemoterapi yang aman sesuai standar pelayanan,” demikian kata Manager SDM RS Onkologi Solo, Meida Himawati, Kamis (16/7/2026).
Pelatihan ini ditujukan bagi perawat yang sedang atau akan bertugas di ruang penyakit dalam maupun ruang onkologi.
Persyaratan peserta meliputi lulusan Diploma III Keperawatan dengan pengalaman kerja minimal lima tahun atau Profesi Ners dengan pengalaman minimal dua tahun, memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku, serta bersedia mengikuti seluruh ketentuan pelatihan.
Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan praktik pelayanan onkologi, antara lain:
- Kebijakan dan standar pelayanan pasien kanker.
- Konsep dasar kemoterapi pada pasien kanker.
- Patofisiologi sel kanker.
- Teknik pencampuran obat kemoterapi.
- Pemberian obat kemoterapi secara aman.
- Penanganan ekstravasasi.
- Penanganan tumpahan obat sitotoksik.
- Edukasi pasien kanker yang menjalani kemoterapi.
- Asuhan keperawatan pasien kanker.
- Nutrisi pada pasien kanker.
Pelaksanaan pelatihan dibagi menjadi dua tahapan. Pembelajaran teori akan dilaksanakan secara daring pada 31 Agustus hingga 3 September 2026, sedangkan praktik klinik secara luring berlangsung pada 5–6 September 2026 di Rumah Sakit Onkologi Solo, Jalan Siwalan Nomor 37, Kerten, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.

Untuk mendukung kenyamanan peserta dari berbagai daerah, panitia juga menyediakan beberapa pilihan paket biaya investasi, baik tanpa menginap maupun dengan fasilitas menginap selama satu atau dua malam. Selama sesi praktik, peserta memperoleh fasilitas makan siang dan makanan ringan.
Menurut Meida, panitia menegaskan bahwa jumlah peserta dibatasi agar proses pembelajaran dan praktik dapat berlangsung secara optimal. Tenaga kesehatan yang berminat diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.
Informasi lebih lanjut mengenai pelatihan dapat diperoleh melalui panitia Heppy di nomor 0838-4948-2911 atau Meida di nomor 0896-0436-8823. Informasi lengkap juga dapat diakses melalui akun media sosial maupun laman resmi Pusdiklat RS Onkologi Solo.
Melalui penyelenggaraan Pelatihan Penatalaksanaan Pasien Kanker dengan Kemoterapi Batch 5 ini, RS Onkologi Solo berharap semakin banyak tenaga keperawatan yang memiliki kompetensi profesional dalam memberikan pelayanan kemoterapi yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang onkologi diharapkan mampu mendukung terwujudnya layanan kanker yang semakin berkualitas di Indonesia. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.