UNS Satukan Ilmuwan Muda dari Seluruh Indonesia, Dorong Riset Tak Berhenti di Laboratorium
Sejak berdiri pada 1976, UNS secara konsisten menjadikan riset terapan, inovasi lintas disiplin, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
NUMLIT, SURAKARTA — Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan tuntutan agar hasil riset memberi dampak nyata bagi masyarakat, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi titik temu para ilmuwan muda dari berbagai penjuru Indonesia.
Table Of Content
Selama dua hari, Rabu-Kamis (15–16/7/2026), kampus yang tahun ini memasuki usia emas ke-50 itu menjadi tuan rumah Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) V.
Mengusung tema “Kolaborasi Lintas Pihak untuk Menjembatani Science, Industri, dan Masyarakat”, kongres yang digelar Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) bersama UNS tersebut tidak sekadar menjadi forum ilmiah, tetapi juga ruang membangun jejaring kolaborasi agar hasil penelitian mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Ketua Panitia KIMI V, Dr. Dimas Rahadian Aji Muhammad, mengatakan kongres tahun ini diarahkan untuk memperkuat peran ilmuwan muda sebagai agen transformasi sains, teknologi, dan inovasi yang berintegritas sekaligus menghasilkan dampak nyata bagi bangsa.
“KIMI bertujuan memperkuat kepemimpinan ilmuwan muda, membangun jejaring kolaborasi lintas disiplin, sekaligus menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis sains dan peta jalan kolaborasi riset menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Menurut Dimas, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekosistem inovasi nasional. Karena itu, momentum Dies Natalis ke-50 UNS dinilai menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
Riset Harus Berdampak
Berbeda dengan seminar ilmiah pada umumnya, KIMI V dirancang tidak hanya menghadirkan diskusi akademik, tetapi juga mendorong hilirisasi hasil penelitian agar dapat dimanfaatkan secara nyata.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda mulai dari orasi ilmiah, diskusi panel, workshop aksi ilmiah, flash presentation, poster presentation, hingga pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung aktivitas riset.
Pelatihan AI menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan karena memberikan bekal kepada peneliti muda mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses penelitian hingga implementasi hasil riset di berbagai sektor.
Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Dari 158 peneliti yang mendaftar sebagai pemapar poster, panitia hanya memilih 50 presenter terbaik untuk mempresentasikan hasil penelitiannya.
Sementara untuk peserta umum, kuota yang semula dibuka selama lima hari terpaksa ditutup lebih awal karena pada hari pertama jumlah pendaftar telah melampaui kapasitas. Dari lebih dari 100 pendaftar, hanya 70 peserta yang dapat diterima.
Enam Isu Strategis Jadi Fokus
KIMI V membagi presentasi ilmiah ke dalam enam bidang utama yang mencerminkan tantangan pembangunan nasional.
Keenam bidang tersebut meliputi kesehatan dan bioteknologi, inovasi sosial-ekonomi-humaniora, pendidikan tinggi dan pengembangan SDM, penguatan ekosistem riset dan inovasi, transformasi digital serta kecerdasan buatan, hingga ketahanan pangan, energi, dan lingkungan.
Melalui pembagian tersebut, peserta tidak hanya mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga didorong membangun kolaborasi lintas disiplin yang berpotensi menghasilkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan bangsa.
UNS Perkuat Peran sebagai Kampus Inovasi
Rektor UNS Prof. Dr. Hartono menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNS sebagai tuan rumah penyelenggaraan KIMI V.
Ia menyebut kehadiran ratusan ilmuwan muda dari berbagai perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, hingga dunia industri menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset nasional.
“Atas nama keluarga besar UNS, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Kehadiran para ilmuwan muda merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi di Indonesia,” katanya, dikutip dari laman resmi UNS.
Menurut Hartono, penunjukan UNS sebagai tuan rumah juga menjadi pengakuan atas komitmen kampus dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sejak berdiri pada 1976, UNS secara konsisten menjadikan riset terapan, inovasi lintas disiplin, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi
KIMI V menjadi bukti bahwa masa depan riset Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan individu.
Tantangan bangsa yang semakin kompleks membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, lintas institusi, bahkan lintas sektor.
Melalui forum ini, para ilmuwan muda diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga membangun jejaring yang mampu mempercepat lahirnya inovasi, memperkuat hilirisasi hasil riset, serta menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.