Bukan Sekadar Dibantu, UMKM Disabilitas Jatipurno Didorong Naik Kelas Lewat AI dan Digital Marketing
Penguasaan digital marketing dinilai penting agar produk yang dibuat pelaku UMKM disabilitas tidak berhenti di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
NUMLIT, WONOGIRI – Keterbatasan fisik tidak menghalangi pelaku usaha untuk berkembang. Di Kecamatan Jatipurno, Kabupaten Wonogiri, kelompok UMKM disabilitas justru didorong untuk semakin percaya diri memasuki pasar digital melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan digital marketing.
Table Of Content
Pelatihan yang digelar di Pendapa Kecamatan Jatipurno, Kamis (6/8/2026), tersebut mempertemukan pelaku UMKM disabilitas dengan perkembangan teknologi yang kini semakin menentukan cara sebuah produk dikenalkan dan dipasarkan kepada konsumen.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Jatipurno bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonogiri serta Korwilcambidik Kecamatan Jatipurno. Selain kelompok UMKM disabilitas, kegiatan juga diikuti unsur Karang Taruna dan perangkat desa se-Kecamatan Jatipurno.
Camat Jatipurno, Nur Dhana Setiawan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan.
Menurutnya, pelaku UMKM disabilitas memiliki potensi yang tidak kalah dengan pelaku usaha lainnya. Karena itu, keterbatasan fisik tidak semestinya menjadi penghalang untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing.
“Keterbatasan fisik tentunya tidak akan menyurutkan semangat teman-teman semua untuk terus berkarya. Ada yang menjadi penjahit, pedagang, dan produsen makanan di kelas UMKM. Semuanya berhak mendapatkan fasilitasi dari pemerintah untuk penguatan kapasitas, khususnya dalam bidang digital marketing,” ujar Nur Dhana.
Dari Produk Lokal ke Pasar Digital
Selama ini, tantangan pelaku UMKM bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikenal oleh konsumen yang semakin banyak beraktivitas di ruang digital.
Karena itu, penguasaan digital marketing dinilai penting agar produk yang dibuat pelaku UMKM disabilitas tidak berhenti di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan bimbingan mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas produktif, termasuk strategi pemasaran produk secara digital.
Pendekatan ini sekaligus menempatkan teknologi sebagai alat pemberdayaan. Pelaku UMKM tidak hanya didorong menjadi pengguna media digital, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat membantu mereka mengembangkan usaha.
“Harapannya teman-teman semakin cakap bersaing di pasar digital. Produk yang mereka hasilkan memiliki peluang untuk dikenal lebih luas dan usaha mereka bisa semakin berkembang,” kata Nur Dhana.
AI Tak Hanya untuk Anak Muda
Selain pelatihan digital marketing bagi kelompok UMKM disabilitas, Kecamatan Jatipurno juga menggelar pelatihan Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Praktis yang menyasar pemuda Karang Taruna dan masyarakat umum.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan AI dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan.
Menurut Nur Dhana, perkembangan AI perlu direspons dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kecamatan dan desa. Pemuda maupun aparatur desa perlu memiliki literasi digital agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya secara produktif.
“Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan pemuda dan perangkat desa dalam menguasai teknologi, khususnya AI. Semoga ilmu yang didapatkan hari ini dapat diaplikasikan dengan baik serta bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dan peningkatan pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan perangkat AI untuk membantu efisiensi pekerjaan kantor, pengelolaan informasi, hingga mendukung aktivitas produktif.
Membangun Desa yang Tak Gagap Teknologi
Bagi Pemerintah Kecamatan Jatipurno, pelatihan tersebut tidak berhenti pada pengenalan teknologi. Lebih jauh, kegiatan itu diarahkan untuk membangun ekosistem masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan digital.
UMKM disabilitas didorong memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar, sementara pemuda dan perangkat desa dibekali kemampuan menggunakan AI untuk mendukung pekerjaan dan pelayanan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu. Pelaku usaha disabilitas, pemuda, hingga aparatur desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi.
Langkah tersebut menjadi penting karena kemajuan teknologi pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang paling cepat menguasai perangkat digital, tetapi juga seberapa luas masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk memanfaatkannya bagi kehidupan yang lebih produktif dan mandiri. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.