3.600 Mahasiswa Baru UIN Raden Mas Said Ikuti PBAK 2026, Jadi Pintu Masuk Dunia Kampus
PBAK 2026 menjadi pintu masuk mahasiswa baru UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mengenal gedung, lingkungan, organisasi, serta memahami budaya akademik yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka.
NUMLIT, SUKOHARJO — Ribuan mahasiswa baru memadati lapangan utama Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, Selasa (18/8/2026).
Di bawah terik matahari, lebih dari 3.600 mahasiswa mengikuti pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026.
Bagi ribuan mahasiswa tersebut, keramaian di lapangan kampus bukan sekadar seremoni penyambutan. PBAK menjadi langkah awal untuk mengenal lingkungan baru, kultur akademik, hingga berbagai ruang organisasi yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama menempuh pendidikan tinggi.
Sejak pagi, mahasiswa baru dari berbagai fakultas tampak memenuhi lapangan utama kampus. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama yang dirancang untuk memperkenalkan kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Peralihan dari dunia sekolah menuju perguruan tinggi membuat fase awal ini menjadi penting. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami lingkungan perkuliahan, tetapi juga mulai mengenali berbagai kesempatan untuk mengembangkan diri di luar ruang kelas.
Bagi Inasya, mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, materi yang diberikan dalam PBAK sesuai dengan ekspektasinya.
“Jujur ya, sesuai ekspektasi, kita dapat banyak materi. Kita banyak tahu yang sebelum kita nggak tahu, kita jadi tahu mengenai lingkungan kampus, organisasi, dan lain sebagainya,” ungkap Inasya di sela-sela kegiatan.
Antusiasme serupa juga dirasakan Faiz Pradipta, mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah. Meski harus mengikuti kegiatan di tengah cuaca yang cukup terik, ia tetap menikmati pengalaman pertamanya sebagai mahasiswa.
“Kesan ya? Maaf, panas banget. Tapi, keren dan seru banget,” ujar Faiz.
Ketika diminta menggambarkan PBAK 2026 hanya dengan satu kata, Faiz dan temannya justru kompak memberikan dua jawaban. “Keren, seru!”
Bukan Sekadar Mengenal Kampus
PBAK menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mulai memahami bahwa kehidupan perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam kelas.
Lingkungan kampus menawarkan berbagai ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berinteraksi, berorganisasi, sekaligus mengembangkan minat dan kemampuan mereka.
Karena itu, pengenalan terhadap organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Mahasiswa baru mulai diperkenalkan dengan berbagai aktivitas yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama berada di kampus.
Di tengah ribuan mahasiswa yang berkumpul, setiap peserta datang dengan latar belakang dan harapan yang berbeda. Namun, mulai hari itu mereka memiliki satu kesamaan yaitu sama-sama memulai babak baru sebagai mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.
PBAK 2026 pun menjadi semacam pintu masuk menuju fase tersebut. Bukan hanya mengenal gedung, lingkungan, atau organisasi, tetapi juga memahami budaya akademik yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Dari Lapangan, Memulai Perjalanan Panjang
Pembukaan PBAK mungkin hanya berlangsung dalam satu rangkaian kegiatan, tetapi bagi mahasiswa baru, pengalaman tersebut menjadi bagian dari cerita pertama mereka di perguruan tinggi.
Terik matahari yang dirasakan Faiz, antusiasme Inasya, dan keramaian lebih dari 3.600 mahasiswa di lapangan utama menjadi gambaran kecil tentang energi yang dibawa angkatan baru UIN Raden Mas Said Surakarta.
Setelah PBAK, perjalanan yang sebenarnya baru dimulai.
Para mahasiswa baru akan menghadapi perkuliahan, tugas akademik, dinamika organisasi, pertemanan, hingga berbagai tantangan yang akan membentuk pengalaman mereka selama menjadi mahasiswa.
Melalui PBAK 2026, UIN Raden Mas Said Surakarta berharap mahasiswa baru semakin siap beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus mampu mengambil peran aktif dalam berbagai kegiatan di lingkungan kampus.
Sebab menjadi mahasiswa bukan sekadar perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa. Lebih dari itu, ini adalah awal perjalanan untuk menemukan kemampuan, membangun jejaring, mengembangkan gagasan, dan menentukan kontribusi yang kelak dapat diberikan kepada kampus maupun masyarakat.



No Comment! Be the first one.