Dakwah Tak Lagi Hanya dari Mimbar, Korps Mubaligh Surakarta Perkuat Syiar Lewat Media
Pengurus Korps Muballigh Muhammadiyah Surakarta dikukuhkan pada Jumat (28/8/2026) malam.
NUMLIT, SURAKARTA — Dakwah di era digital tidak lagi cukup mengandalkan mimbar dan pertemuan tatap muka. Pesan-pesan keislaman kini juga harus mampu hadir di ruang digital yang setiap hari menjadi tempat masyarakat mencari informasi, berdiskusi, dan membentuk opini.
Kesadaran itulah yang ikut mewarnai pengukuhan Pengurus Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta Periode Muktamar 48.
Salah satu yang mendapat amanah adalah Dwi Jatmiko, Humas sekaligus guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Surakarta, yang dipercaya memperkuat Bidang Publikasi, Komunikasi, dan Penerbitan.
Dwi Jatmiko resmi menjadi bagian dari kepengurusan berdasarkan Surat Keputusan Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta Nomor 090/KEP/III.2/B/2026.
Keputusan tersebut ditandatangani Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas PDM Kota Surakarta H Ahmad Sukidi Sag MPd dan Sekretaris H Wiwit Hidayat ST pada 27 Agustus 2026.
Pengukuhan berlangsung pada Jumat (28/8/2026) malam. Dalam struktur kepengurusan baru tersebut, Dwi Jatmiko bertugas di bawah arahan Manajer Bidang Publikasi, Komunikasi, dan Penerbitan Purmoko SKom bersama Sri Mulyana SPd, Muhammad Khairul Safa’at SPd, Fahmy Aidid, Didik Setyabudi, Sugiharko, dan Cahnu Nugroho.
Bagi Dwi Jatmiko, amanah tersebut bukan sekadar tambahan tanggung jawab organisasi. Ia melihat bidang komunikasi memiliki posisi strategis dalam memastikan dakwah tetap relevan dengan perubahan cara masyarakat mengonsumsi informasi.
“Amanah ini adalah ladang ibadah sekaligus perjuangan dakwah. Kami berikhtiar memaksimalkan media komunikasi, publikasi, dan penerbitan agar syiar Islam berkemajuan tersampaikan secara efektif, menyejukkan, serta mudah diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pola komunikasi masyarakat berubah. Pesan keagamaan harus mampu dikemas melalui kanal komunikasi yang dekat dengan masyarakat tanpa kehilangan substansi dan nilai dakwah.
Karena itu, publikasi bukan hanya persoalan menyebarkan informasi kegiatan mubaligh. Lebih jauh, komunikasi menjadi sarana untuk memperluas jangkauan pesan dakwah agar dapat menjangkau masyarakat yang tidak selalu hadir dalam forum pengajian atau kegiatan keagamaan secara langsung.
Penguatan aspek komunikasi tersebut sejalan dengan tujuan dibentuknya kepengurusan baru Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta. Dalam surat keputusan pengukuhan disebutkan bahwa langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat, mengoptimalkan, dan memperlancar akselerasi dakwah Islam berkemajuan di seluruh wilayah Kota Bengawan.
Dari Ikrar hingga Tantangan Ruang Digital
Dalam prosesi pengukuhan, seluruh jajaran pengurus melafalkan Janji Pengurus Korps Muballigh Muhammadiyah Surakarta.
Ikrar tersebut menegaskan tiga komitmen utama, yakni bersungguh-sungguh mewujudkan maksud dan tujuan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid, menaati peraturan serta ketentuan persyarikatan, dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi menggapai rida Allah SWT.
Komitmen tersebut menjadi fondasi bagi para pengurus dalam menjalankan tugasnya, termasuk mereka yang berada di bidang komunikasi dan publikasi.
Di tengah derasnya arus informasi digital, tantangan dakwah bukan hanya bagaimana pesan dapat disampaikan, tetapi juga bagaimana pesan tersebut dapat hadir secara tepat, mudah dipahami, menyejukkan, dan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Posisi tersebut membuat bidang Publikasi, Komunikasi, dan Penerbitan memiliki peran penting dalam mendukung kerja para mubaligh. Pesan yang lahir dari kegiatan dakwah dapat dikembangkan menjadi informasi dan konten yang lebih mudah diakses masyarakat.
Dengan demikian, penguatan komunikasi menjadi bagian dari upaya membawa dakwah keluar dari ruang-ruang konvensional menuju ruang publik yang lebih luas.
Melalui kepengurusan baru ini, Korps Muballigh Muhammadiyah Kota Surakarta diharapkan tidak hanya semakin solid dalam membina kehidupan umat, tetapi juga semakin adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.
Sebab, di era ketika masyarakat semakin banyak menghabiskan waktu di ruang digital, dakwah yang ingin menjangkau lebih banyak orang juga dituntut hadir di sana dengan pesan yang mencerahkan, komunikasi yang santun, dan konten yang dapat dipertanggungjawabkan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.