Sharp Indonesia Salurkan Bantuan untuk 600 Warga NTT
Kepedulian Sharp terhadap masyarakat merupakan bagian dari perjalanan perusahaan yang telah tumbuh di Indonesia selama lebih dari 56 tahun.
NUMLIT, JAKARTA — Bagi warga yang terdampak bencana, berakhirnya guncangan gempa bukan berarti berakhir pula masa sulit. Setelah kondisi darurat terlewati, mereka masih harus menghadapi keterbatasan makanan, tempat beristirahat, kebutuhan sehari-hari, hingga proses memulihkan kehidupan.
Kondisi tersebut mendorong PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp Indonesia) untuk turut membantu warga terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bekerja sama dengan Human Initiative, Sharp menyalurkan bantuan bagi 600 warga terdampak di tiga kecamatan di Kabupaten Nagekeo, NTT.
Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa makanan siap santap. Sharp juga menyalurkan bedding kits, paket sembako, dan personal hygiene kits yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama menjalani masa pemulihan pascabencana.
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak. Di tengah kondisi tersebut, bantuan kebutuhan dasar menjadi penting karena warga masih menghadapi berbagai keterbatasan.
President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen Sharp untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.
“Kami sangat prihatin melihat dampak yang ditimbulkan oleh gempa di Nagekeo dan wilayah sekitarnya. Dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan dan tantangan. Karena itu, kami ingin hadir memberikan dukungan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Teraoka, Senin (31/8/2026).
Menurut dia, perhatian terhadap korban bencana tidak seharusnya berhenti ketika situasi darurat berakhir. Masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk melewati fase pemulihan dan kembali menata kehidupan mereka.
“Kami berharap dukungan yang diberikan Sharp dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak. Lebih dari itu, kami berharap mereka mendapatkan kekuatan untuk kembali bangkit dan melanjutkan kehidupan,” katanya.
Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga
Sharp menilai kebutuhan warga pascabencana terus berkembang seiring dengan kondisi yang mereka hadapi. Karena itu, bentuk bantuan diarahkan pada barang-barang yang dapat langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Makanan siap santap diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga dalam kondisi terbatas. Sementara itu, paket sembako dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bedding kits mendukung kebutuhan untuk beristirahat, dan personal hygiene kits membantu masyarakat menjaga kebersihan diri.
National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan ketepatan bentuk bantuan menjadi salah satu hal penting dalam penanganan pascabencana.
“Ketika kita berbicara mengenai bantuan pascabencana, yang paling penting adalah bagaimana dukungan tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Mereka masih berada dalam kondisi yang tidak mudah, baik secara fisik maupun emosional. Karena itu, kami ingin memastikan apa yang kami berikan dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka,” ujar Andry.
Menurut Andry, kepedulian Sharp terhadap masyarakat merupakan bagian dari perjalanan perusahaan yang telah tumbuh di Indonesia selama lebih dari 56 tahun.
“Sharp telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun. Bagi kami, hubungan tersebut bukan hanya tentang produk yang hadir di rumah-rumah masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan,” katanya.
Pemulihan Membutuhkan Gotong Royong
Penanganan pascabencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
Pemerintah Provinsi NTT sebelumnya menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Di Kabupaten Manggarai, status tanggap darurat juga ditetapkan untuk periode 15 Agustus hingga 12 September 2026.
Dalam situasi tersebut, dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting untuk membantu masyarakat melewati masa sulit sekaligus mendukung proses pemulihan.
Kolaborasi Sharp Indonesia dengan Human Initiative menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut. Melalui bantuan bagi 600 warga terdampak, keduanya berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terbantu selama menjalani masa pemulihan.
Manager Business & Social Institution Human Initiative, Destira Maryati, mengapresiasi dukungan yang diberikan Sharp Indonesia.
“Kolaborasi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian serta memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah NTT. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Sharp Indonesia atas perhatian, bantuan dan kepeduliannya,” ujar Destira.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan kekuatan bagi masyarakat Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya di NTT untuk kembali bangkit.
Bagi Sharp, bantuan tersebut mungkin hanya menjadi satu bagian kecil dari proses pemulihan. Namun, bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit, dukungan berupa makanan, kebutuhan rumah tangga, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan kebersihan dapat membantu mereka menjalani hari dengan sedikit lebih ringan.
Pada akhirnya, pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali tempat tinggal dan fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan juga tentang memastikan masyarakat yang terdampak memiliki dukungan untuk kembali menjalani kehidupan.
Dan di tengah proses tersebut, gotong royong dari berbagai pihak menjadi salah satu kekuatan penting agar masyarakat NTT dapat kembali bangkit. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.