Agustus Jadi Bulan Penuh Prestasi SD Muhammadiyah 1 Surakarta
Bagi sekolah, deretan prestasi bukan sekadar tambahan koleksi piala, melainkan gambaran bahwa potensi siswa berkembang di berbagai bidang.
NUMLIT, SURAKARTA — Bulan Agustus menjadi bulan penuh prestasi bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Dalam satu bulan, siswa-siswi sekolah tersebut berhasil mengoleksi 62 prestasi dari berbagai ajang, mulai tingkat kota hingga nasional.
Capaian itu diumumkan dalam upacara bendera di lapangan sekolah sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Senin (31/8/2026). Bagi sekolah, deretan prestasi tersebut bukan sekadar tambahan koleksi piala, melainkan gambaran bahwa potensi siswa berkembang di berbagai bidang.
Pembina Upacara sekaligus Staf Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Danardono Sri Pamungkas, mengatakan capaian tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan siswa, pembina, guru, hingga orang tua.
“Raihan 62 prestasi ini merupakan buah manis dari ikhtiar tiada henti, disiplin latihan para siswa, serta sinergi solid antara pembina, guru, dan para orang tua,” tegas Danardono.
Menurut dia, salah satu hal yang menarik dari capaian tersebut adalah keberagaman bidang yang berhasil ditorehkan siswa. Prestasi tidak hanya muncul dari cabang olahraga, tetapi juga seni dan kompetisi akademik.
Artinya, tradisi berprestasi di sekolah tidak bertumpu pada satu atau dua bidang saja. Berbagai talenta siswa mendapatkan ruang untuk berkembang sesuai minat dan kemampuannya.
Dari Pencak Silat hingga Kompetisi Akademik
Pada cabang bela diri, sejumlah pesilat cilik Tapak Suci SD Muhammadiyah 1 Ketelan berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Sukoharjo 2026.
Mereka antara lain Abrisam Nadzriel Parsa (1D), Lavanya Kineta Arrokhim (2B), Qiana Alova Rengganis (3D), Zaula Rafif Fahima (3C), Shauqi Nurrahman (3A), Dafinah Farzana (4B), Adeeva Nasira Misha (5B), Sakha Narendra (5C), dan Fadia Bellvania (6B).
Prestasi juga datang dari olahraga roda. Adzan Arrayyan Ramadhan Arkananta (5D) dan Ananda Arkaisavana (3D) mengoleksi medali emas dan perak dalam nomor Skate Cross hingga Slalom.
Sementara itu, dari lapangan basket, tim sekolah berhasil mengamankan podium dalam ajang 3×3 Solo dan kompetisi tingkat regional Jawa Tengah-DIY.
Jika bidang olahraga menunjukkan kekuatan fisik, disiplin latihan, dan kerja tim, capaian akademik memperlihatkan sisi lain dari potensi siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan.
Salah satu yang paling menonjol adalah Ibrahim Alfarizqi Raharjo (5B). Ia berhasil menyapu lima medali emas tingkat nasional dalam bidang Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris pada ajang Academy Berprestasi ID.
Prestasi akademik lainnya diraih Azizah Nuraini Fatmawati pada bidang IPA dan Bahasa Indonesia, sementara Florenza Angelica meraih prestasi dalam bidang IPA dan Akidah Akhlak PESNAS.
Dari bidang seni, Nayla Cadenza turut menyumbangkan prestasi melalui cabang tari kreasi tingkat nasional.
Deretan capaian tersebut memperlihatkan bahwa prestasi siswa tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari arena kompetisi, panggung seni, lapangan olahraga, hingga berbagai ruang pengembangan minat dan bakat.
Menjaga Tradisi Juara, Bukan Mengejar Piala Semata
Danardono berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai catatan prestasi sekolah. Menurutnya, deretan penghargaan itu perlu menjadi pemantik bagi siswa lain untuk berani mengembangkan kemampuan dan terus berproses.
“Catatan 62 kejuaraan ini menjadi penegas bahwa ruang belajar di sekolah yang saat ini berusia 91 tahun terus menjadi rumah subur bagi setiap talenta anak didik bangsa untuk bertumbuh dan berprestasi yang mendunia dan membanggakan semua orang,” pungkasnya.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Ketelan, banyaknya prestasi yang diraih sepanjang Agustus menjadi bagian dari perjalanan panjang sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberi ruang bagi beragam potensi anak.
Sebab, di balik setiap medali terdapat proses yang tidak selalu terlihat. Latihan berulang, kegagalan, pendampingan, dukungan keluarga, serta keberanian siswa untuk kembali mencoba.
Karena itu, 62 prestasi dalam sebulan bukan hanya tentang berapa banyak piala yang dibawa pulang. Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan semakin banyak talenta siswa yang menemukan ruang untuk tumbuh, diuji, dan kemudian menunjukkan kemampuannya di tingkat yang lebih luas.
Tradisi juara pun pada akhirnya bukan sekadar tentang mempertahankan gelar, tetapi tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan bidang terbaiknya dan memberikan prestasi dari sana. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.