Bangun Karakter Anak, SD Muhammadiyah 1 Surakarta Libatkan Orang Tua Lewat Mutaba’ah Book
Peluncuran Mutaba'ah Book Daily Practice menjadi salah satu upaya SD Muhammadiyah 1 Surakarta untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan pembiasaan.
NUMLIT, SURAKARTA – Pendidikan karakter tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Peran keluarga, khususnya orang tua, menjadi kunci agar pembiasaan positif yang diajarkan di kelas tetap berlanjut saat anak berada di rumah.
Berangkat dari semangat tersebut, SD Muhammadiyah 1 Surakarta meluncurkan Mutaba’ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 bagi seluruh siswa kelas I hingga kelas VI sebagai media untuk menyatukan langkah sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter religius anak.
Buku yang mulai diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027 itu tidak sekadar menjadi buku penghubung antara guru dan wali murid. Di dalamnya terdapat berbagai catatan aktivitas ibadah dan pembiasaan harian yang dipantau secara bersama-sama oleh guru dan orang tua.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Sri Sayekti, mengatakan pembentukan karakter akan lebih efektif apabila pembiasaan yang dilakukan di sekolah mendapat penguatan ketika anak berada di rumah.
“Mutaba’ah Book Daily Practice kami hadirkan sebagai sarana membangun sinergi antara sekolah dan keluarga. Pendidikan karakter tidak cukup dilakukan di ruang kelas, tetapi juga perlu menjadi budaya di lingkungan keluarga,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, buku tersebut memuat berbagai target pembiasaan ibadah yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Mulai dari murojaah hafalan Al-Qur’an, ziyadah tahfidz, membaca Al-Qur’an, hingga pembiasaan membaca Asmaul Husna.

Selain itu, setiap siswa juga memiliki target hafalan doa sesuai tingkatannya. Sebagai contoh, siswa kelas III semester gasal diarahkan menghafal doa ketika melalui jalan menanjak dan menurun, doa untuk kedua orang tua, hingga doa setelah azan.
Tidak hanya berfokus pada hafalan, buku tersebut juga mengajak siswa membangun kebiasaan menjalankan berbagai ibadah sunnah dalam kehidupan sehari-hari.
Di antaranya adalah pembiasaan salat Tahajud, salat Dhuha, salat Rawatib, hingga puasa sunnah Senin-Kamis dan Ayyamul Bidh.
Yang membedakan Mutaba’ah Book dengan buku penghubung pada umumnya adalah adanya sistem pemantauan bersama. Setiap aktivitas harian maupun evaluasi mingguan dilengkapi kolom penilaian serta paraf guru dan orang tua.
Melalui mekanisme tersebut, perkembangan ibadah dan pembiasaan anak dapat dipantau secara berkesinambungan, baik di sekolah maupun di rumah.
“Anak hebat lahir dari keterlibatan orang tua. Karena itu, kami ingin orang tua tidak hanya mengetahui perkembangan anak, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembentukan akhlaknya setiap hari,” kata Sri Sayekti.
Menurutnya, keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor penting agar kebiasaan baik yang dibangun di sekolah tidak berhenti ketika jam pelajaran selesai.
Dengan komunikasi yang terus terjalin antara guru dan keluarga, anak diharapkan lebih konsisten menjalankan ibadah sekaligus terbiasa menerapkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari.
Sri Sayekti berharap Mutaba’ah Book Daily Practice tidak hanya menjadi media pencatatan aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama.
“Harapan kami, program ini mampu membangun fondasi spiritual yang kuat sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang unggul, berprestasi, serta memiliki akhlak mulia,” pungkasnya.
Peluncuran Mutaba’ah Book Daily Practice menjadi salah satu upaya SD Muhammadiyah 1 Surakarta untuk memperkuat pendidikan karakter melalui pendekatan pembiasaan.
Dengan melibatkan sekolah dan keluarga dalam satu sistem pemantauan, sekolah berharap proses pendidikan tidak berhenti di lingkungan kelas, tetapi terus berlanjut di rumah sebagai ruang belajar pertama bagi setiap anak. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.