Beri Pembekalan, LDII Surakarta Dorong Lulusan Baru Berani Ciptakan Peluang Usaha
Lebih dari separuh peserta yang sebelumnya mengikuti pembinaan kini telah memiliki usaha sendiri, mulai dari bisnis fesyen, penjualan sepatu, parfum, hingga usaha berbasis digital.
NUMLIT, SURAKARTA — Kelulusan sekolah bukan lagi jaminan seseorang langsung mendapatkan pekerjaan.
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, banyak lulusan SMA, SMK, hingga mahasiswa tingkat akhir justru dihadapkan pada pertanyaan yang sama: setelah lulus, harus ke mana?
Fenomena itulah yang mendorong DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Surakarta menghadirkan pembekalan khusus bagi generasi muda melalui Pengajian Usia Mandiri di Masjid Baitul A’la, Pondok Pesantren Budi Utomo Solo, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (28/6/2026).
Sekitar 1.000 peserta dari berbagai wilayah di Solo mengikuti kegiatan tersebut. Namun berbeda dari pengajian pada umumnya, kali ini peserta tidak hanya memperoleh pembinaan keagamaan, melainkan juga dibekali wawasan mengenai dunia kerja, pengembangan keterampilan, hingga peluang membangun usaha sendiri.
Untuk memperkuat materi, LDII menggandeng Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surakarta dan BLUD Solo Technopark agar para peserta memahami kebutuhan industri sekaligus peluang ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Ketua DPD LDII Kota Surakarta, H. Muhammad Zain, S.H., M.H., mengatakan pembinaan tersebut merupakan bentuk ikhtiar mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja tanpa kehilangan nilai-nilai religius.
“Pengajian usia mandiri ini bertujuan memberikan informasi bagi adik-adik yang sudah lulus SMA ke atas agar memiliki bekal memasuki dunia pekerjaan secara profesional dan religius,” ujarnya.
Menurut Muhammad Zain, bekal pertama yang harus dimiliki bukanlah keterampilan teknis, melainkan karakter. Karena itu, sebelum memasuki materi mengenai dunia kerja, peserta lebih dahulu mendapatkan pembinaan mengenai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, etos kerja, dan profesionalisme.
Ia menilai karakter tersebut menjadi modal utama agar generasi muda mampu bertahan di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Dari Pencari Kerja Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Muhammad Zain melihat tren pilihan karier anak muda kini mulai berubah. Banyak lulusan tidak lagi hanya mengincar pekerjaan formal, tetapi tertarik membangun usaha maupun berkarier di sektor digital.
Melihat perkembangan tersebut, LDII memilih menyesuaikan pola pembinaannya.
“Kami membuat kolam-kolam pelatihan sesuai minat mereka. Kalau ingin menjadi afiliator, kami datangkan pelatih profesional. Kalau tertarik digital marketing, kami fasilitasi juga,” katanya.
Berbagai pelatihan praktis pun disiapkan, mulai dari digital marketing, affiliate marketing, hingga pendampingan membangun usaha.
Hasilnya mulai terlihat. Menurut Muhammad Zain, lebih dari separuh peserta yang sebelumnya mengikuti pembinaan kini telah memiliki usaha sendiri, mulai dari bisnis fesyen, penjualan sepatu, parfum, hingga usaha berbasis digital.
Namun pendampingan tidak berhenti ketika usaha mulai berjalan.
“Yang sudah berhasil berwirausaha, tugas kami berikutnya adalah membantu mereka scale up, terutama dalam penataan keuangan dan pengembangan usaha,” jelasnya.
Untuk menjaga keseriusan peserta, setiap calon peserta juga diminta menandatangani komitmen mengikuti seluruh rangkaian pembinaan hingga selesai.
Menjawab Keresahan Lulusan Baru
Bagi para peserta, kegiatan tersebut menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini mereka rasakan.
Salah satunya Satria (22), mahasiswa semester akhir Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia mengaku mulai memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai dunia kerja yang akan dihadapinya setelah lulus kuliah.
“Tentu sangat membantu, apalagi saya sebentar lagi lulus kuliah,” ujarnya.
Menurut Satria, masih banyak lulusan SMA, SMK maupun mahasiswa tingkat akhir yang bingung menentukan langkah setelah menyelesaikan pendidikan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai proses memasuki dunia kerja sekaligus peluang-peluang baru yang bisa dipersiapkan sejak dini.
Materi mengenai dunia kerja disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Produktivitas Tenaga Kerja Disnaker Kota Surakarta, Kris Dwi Tanti, S.T., M.T., serta Manager Dukungan Bisnis Pelayanan dan Pengembangan BLUD Solo Technopark, Susilo Budi Arianto, S.T.
Kolaborasi itu diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap bersaing mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan lapangan kerja sendiri.
Di tengah dunia kerja yang terus berubah, LDII memandang keberhasilan generasi muda tidak lagi hanya ditentukan oleh selembar ijazah.
Kemampuan beradaptasi, keterampilan yang relevan, karakter yang kuat, serta keberanian melihat peluang justru menjadi bekal penting untuk menatap masa depan. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.