Dosen Politeknik Assalaam Surakarta Paparkan Sharia Tourism dan Inovasi Infused Water di Forum Internasional Brunei
Tak hanya membahas sektor pariwisata, Sri Purnaningsih juga melanjutkan kontribusinya melalui kegiatan community service.
NUMLIT, BRUNEI DARUSSALAM — Kontribusi akademisi Indonesia kembali mewarnai forum global. Dosen Politeknik Assalaam Surakarta, Sri Purnaningsih, tampil sebagai salah satu pembicara dalam ajang International Conference yang diselenggarakan Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) Brunei Darussalam, Sabtu (25/4/2026).
Dalam forum bertema Islamic Higher Education in the Era of Global Transformation: Language, Inclusion, and Sustainable Development tersebut, Sri Purnaningsih memaparkan konsep Sharia Tourism atau pariwisata berbasis syariah sebagai model pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga nilai-nilai etika, keberlanjutan, dan inklusivitas.
Ia menjelaskan bahwa pariwisata syariah bukan sekadar label religius, melainkan pendekatan holistik yang mencakup layanan ramah muslim, jaminan kehalalan produk, serta pengalaman wisata yang tetap menghormati nilai budaya dan spiritual wisatawan.
“Sharia tourism memiliki potensi besar di pasar global, karena tidak hanya menyasar wisatawan muslim, tetapi juga menawarkan konsep pariwisata yang bersih, aman, dan beretika bagi semua kalangan,” ujarnya dalam sesi presentasi.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat pengembangan pariwisata syariah dunia, mengingat kekayaan budaya, destinasi alam, serta dukungan ekosistem halal yang terus berkembang.
Angkat Potensi Infused Water sebagai Peluang Bisnis Berkelanjutan
Tak hanya membahas sektor pariwisata, Sri Purnaningsih juga melanjutkan kontribusinya melalui kegiatan community service dengan mengangkat tema Infused Water: Refreshing Natural Hydration, Outstanding Benefits, and Profitable Business Opportunity.

Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan infused water sebagai minuman sehat berbasis air mineral yang dipadukan dengan buah, sayur, atau herbal alami. Selain memberikan manfaat hidrasi, infused water juga dinilai memiliki nilai tambah dari sisi kesehatan dan peluang ekonomi.
“Infused water bukan hanya tren gaya hidup sehat, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi peluang usaha yang menjanjikan, khususnya bagi pelaku UMKM,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa produk ini memiliki keunggulan karena mudah dibuat, berbahan alami, serta memiliki daya tarik visual yang tinggi, sehingga potensial dipasarkan di sektor hospitality, pariwisata, hingga industri kuliner sehat.
Perkuat Kolaborasi Global
Partisipasi Sri Purnaningsih dalam forum internasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus memperkenalkan inovasi dan potensi Indonesia di kancah global.

Forum yang mempertemukan akademisi dan praktisi dari berbagai negara tersebut diharapkan mampu mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis nilai, inovasi, dan keberlanjutan.
Keikutsertaan ini sekaligus menegaskan peran aktif akademisi Indonesia dalam menjawab tantangan global, melalui gagasan yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga aplikatif bagi masyarakat luas. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.