Guru SD Muhammadiyah 1 Surakarta Lulus Pendamping Halal, Siap Dampingi UMKM Raih Sertifikasi Produk
Pendamping PPH bertugas membantu pelaku usaha agar lebih memahami alur sertifikasi halal, mulai dari persiapan dokumen sampai proses verifikasi.
NUMLIT, SURAKARTA — Semangat belajar dan mengabdi terus ditunjukkan para pendidik di Kota Surakarta. Salah satunya datang dari Guru Pendidikan Agama Islam SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Dwi Jatmiko M.Pd., yang berhasil lulus Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) dan memperoleh sertifikat kompetensi sebagai pendamping halal.
Pelatihan yang diselenggarakan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, tersebut berlangsung secara daring pada 15–16 Mei 2026 dengan total 20 jam pelajaran. Sertifikat kelulusan diterima pada Sabtu (23/5/2026).
Bagi Dwi Jatmiko, capaian tersebut bukan sekadar tambahan kompetensi pribadi, melainkan bagian dari upaya untuk ikut membantu masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar lebih mudah memperoleh sertifikasi halal.
“Implementasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal terus berkembang, tetapi masih banyak UMKM yang kesulitan memahami proses sertifikasi halal,” ujarnya.
Menurutnya, kendala yang dihadapi pelaku usaha cukup beragam. Mulai dari minimnya pemahaman tentang prosedur sertifikasi, keterbatasan biaya dan sumber daya manusia, hingga proses administrasi yang dianggap rumit.

Karena itu, kehadiran Pendamping Proses Produk Halal menjadi penting sebagai jembatan antara pelaku usaha, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Pendamping PPH bertugas membantu pelaku usaha agar lebih memahami alur sertifikasi halal, mulai dari persiapan dokumen sampai proses verifikasi,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi yang cukup komprehensif. Tidak hanya mempelajari regulasi Jaminan Produk Halal (JPH), tetapi juga memahami prinsip halal-haram dalam syariat Islam, identifikasi bahan baku halal, proses produksi, hingga sistem verifikasi dan validasi produk.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan digitalisasi dan dokumentasi proses produk halal yang kini menjadi bagian penting dalam sistem sertifikasi modern.
Menariknya, di tengah kesibukannya sebagai guru di SD Muhammadiyah 1 Solo yang telah berdiri sejak 1935, Dwi tetap berupaya mengembangkan kompetensi diri agar ilmunya bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Baginya, dunia pendidikan dan pengabdian sosial memiliki keterkaitan yang kuat. Seorang guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga dapat hadir membantu masyarakat menghadapi tantangan zaman, termasuk dalam penguatan ekosistem industri halal di Indonesia.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendampingi para pelaku UMKM agar lebih percaya diri mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk mereka.
“Harapannya tentu bisa membantu masyarakat, khususnya UMKM, agar semakin mudah mendapatkan sertifikasi halal dan usahanya bisa berkembang lebih baik,” pungkasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.