Polman Ceper Buka Jalur Mandiri dan Rapor, Tawarkan Beasiswa 50 Persen hingga Lulus
Melalui jalur rapor dan jalur mandiri, Polman Ceper menawarkan beasiswa potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen hingga lulus.
NUMLIT, KLATEN — Politeknik Manufaktur (Polman) Ceper, Klaten, Jawa Tengah, membuka peluang lebih luas bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan vokasi berbasis industri.
Melalui jalur rapor dan jalur mandiri, kampus vokasi di Kabupaten Klaten itu menawarkan beasiswa potongan biaya pendidikan sebesar 50 persen hingga lulus.
Program penerimaan mahasiswa baru tersebut dibuka hingga 31 Mei 2026 dan menjadi alternatif bagi siswa yang belum lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Direktur Polman Ceper, Dr. Sutiyoko, S.T., M.Eng., mengatakan Polman Ceper ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di bidang manufaktur dan industri.
“SNBP hanyalah salah satu pintu masuk perguruan tinggi. Masih banyak peluang lain yang bisa dimanfaatkan siswa untuk mengembangkan masa depan mereka, salah satunya melalui pendidikan vokasi berbasis industri,” ujarnya.
Menurut Sutiyoko, konsep pendidikan di Polman Ceper dirancang agar mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga siap menghadapi dunia kerja sejak masih kuliah. Karena itu, sistem pembelajaran lebih banyak diarahkan pada praktik industri dan pengalaman lapangan.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di kampus, tetapi juga langsung mengenal budaya kerja industri. Harapannya, lulusan sudah memiliki pengalaman kerja bahkan sebelum wisuda,” katanya.

Salah satu keunggulan Polman Ceper adalah program magang industri selama kurang lebih delapan bulan di berbagai perusahaan nasional. Selain itu, kurikulum juga disusun menyesuaikan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Saat ini Polman Ceper membuka tiga program studi, yakni D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur, D3 Teknologi Pengecoran Logam, dan D3 Manajemen Industri.
Sutiyoko menjelaskan, pendidikan vokasi kini semakin dibutuhkan karena industri memerlukan sumber daya manusia yang siap kerja dan memiliki keterampilan teknis yang kuat.
“Dunia industri membutuhkan lulusan yang adaptif, terampil, dan mampu langsung bekerja di lapangan. Itu yang menjadi fokus pendidikan di Polman Ceper,” jelasnya.
Selain fasilitas pembelajaran berbasis industri, Polman Ceper juga didukung dosen berpengalaman serta jaringan kerja sama dengan berbagai perusahaan nasional. Hal itu menjadi salah satu faktor yang mendukung lulusan lebih cepat terserap di dunia kerja.
Dalam materi promosi penerimaan mahasiswa baru tahun ini, Polman Ceper juga menampilkan sejumlah alumni yang telah bekerja di berbagai perusahaan di Indonesia. Mulai dari Karawang, Sidoarjo, Tegal, Bali, hingga Pacitan.
Menurut Sutiyoko, capaian para alumni menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi memiliki peluang besar dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan ijazah, tetapi juga punya pengalaman, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia industri,” pungkasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.