Job Fair ATMI 2026 Dihadiri 29 Perusahaan, Bukti Kepercayaan Industri pada Lulusan Vokasi Tetap Tinggi
Job Fair ATMI tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir dan calon lulusan, tetapi juga terbuka bagi alumni, pencari kerja, serta siswa SMK di wilayah Soloraya yang ingin mengenal lebih...
NUMLIT, SURAKARTA — Di tengah tantangan yang masih membayangi sektor manufaktur nasional, kepercayaan dunia industri terhadap lulusan pendidikan vokasi ternyata tidak surut.
Table Of Content
Hal itu tercermin dalam gelaran Job Fair Politeknik ATMI Surakarta 2026 yang berhasil menghadirkan 29 perusahaan nasional dari berbagai sektor industri di Solo Techno Park, Rabu-Jumat (24-26/6/2026).
Mengusung tema “Inspiring Excellence, Empowering Generations”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama dan Pusat Karir Politeknik ATMI Surakarta, Suryadi, mengatakan tingginya partisipasi perusahaan menjadi sinyal positif bahwa dunia industri masih menaruh kepercayaan besar terhadap kualitas lulusan ATMI.
“Kami bersyukur pada tahun ini lebih dari 25 perusahaan dari berbagai sektor industri berpartisipasi dalam Job Fair. Bahkan ada perusahaan yang baru pertama kali menjadi mitra strategis Politeknik ATMI Surakarta. Ini merupakan bentuk kepercayaan yang sangat kami hargai,” ujarnya saat pembukaan acara, Rabu (24/6/2026).
Menurut Suryadi, kehadiran perusahaan dari berbagai daerah, termasuk peserta terjauh dari Batam, menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil masih tinggi.
Ia menjelaskan Job Fair ATMI tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir dan calon lulusan, tetapi juga terbuka bagi alumni, pencari kerja, serta siswa SMK di wilayah Soloraya yang ingin mengenal lebih dekat peluang karier di sektor industri.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi jembatan yang mempertemukan perusahaan dengan talenta-talenta terbaik, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” katanya.
Lulusan Siap Kerja
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang fokus pada bidang manufaktur, perancangan, mesin, elektronika, dan mekatronika, Politeknik ATMI dikenal menghasilkan lulusan dengan kompetensi teknis sekaligus karakter kerja yang kuat.
Suryadi menegaskan bahwa selain keterampilan teknis, mahasiswa ATMI dibekali nilai-nilai disiplin, integritas, kemampuan problem solving, serta budaya kerja profesional yang menjadi kebutuhan utama industri saat ini.
Pada tahun akademik ini, Politeknik ATMI meluluskan 217 wisudawan. Tingkat serapan kerja lulusan pun terbilang tinggi, bahkan mendekati 100 persen dengan masa tunggu kerja yang relatif singkat.
Industri Masih Membutuhkan Talenta Vokasi
Ketua Yayasan Karya Bakti Surakarta, Romo Albertus Nugroho Widiyono SJ, menilai Job Fair menjadi sarana penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan para pencari kerja.
Menurutnya, kegiatan seperti ini membantu mempercepat penyerapan tenaga kerja sekaligus membuka peluang lahirnya kolaborasi yang lebih luas antara dunia pendidikan dan dunia usaha.
“Job fair ini bisa menjembatani kebutuhan pencari kerja dengan industri. Lulusan ATMI adalah talenta-talenta yang telah terbukti berkontribusi nyata. Kami berharap kegiatan ini mampu menciptakan momentum positif dan memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja,” ujarnya.

Romo Albertus menambahkan, pertemuan langsung antara perusahaan dan calon tenaga kerja memberikan keuntungan besar bagi kedua belah pihak.
“Seeing is believing. Perusahaan dapat melihat langsung kualitas lulusan yang akan direkrut, sementara para pencari kerja bisa memahami kebutuhan industri secara nyata,” katanya.
Pemkot Solo Dorong Kolaborasi Dunia Kerja
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Membacakan sambutan Wali Kota Surakarta, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Francisco Amaral, menyebut Job Fair ATMI sebagai wadah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri.
Menurutnya, penguatan daya saing tenaga kerja hanya dapat dilakukan melalui kolaborasi yang erat antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah.
“Job fair menjadi wadah strategis yang mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha dan industri. Semua pihak harus saling terhubung dan berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja,” ujarnya.
Ia juga mengajak para alumni dan pencari kerja memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun jejaring dan menemukan peluang karier yang sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Integritas Jadi Ciri Khas Lulusan ATMI
Keunggulan lulusan ATMI turut diakui oleh kalangan industri. Angelina Koesjono, perwakilan HRD PT Djarum, menyebut integritas sebagai nilai utama yang melekat pada lulusan ATMI.
“Kalau diminta satu kata untuk ATMI, jawabannya adalah integritas. Lulusan ATMI sudah siap masuk dunia industri karena memiliki disiplin dan karakter kerja yang kuat,” ujarnya, saat menyampaikan testimoni di depan forum.
Hal senada disampaikan Charles Wahyu John, alumni Politeknik ATMI yang kini berkarier di PT Djarum.
Menurutnya, keberhasilan seseorang di dunia kerja tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga kemauan belajar dan tanggung jawab.
“Jangan takut ketika diberi kepercayaan bekerja. Kalau belum paham, aktif bertanya. Disiplin adalah fondasi yang selalu ditanamkan di ATMI sejak awal. Komitmen, tanggung jawab, dan integritas itu yang membuat seseorang bertahan dan berkembang,” katanya.
Charles bahkan mengibaratkan pekerjaan seperti jodoh. “Kalau sudah cocok, pasti akan loyal,” ujarnya sambil tersenyum.
Hadirkan 29 Perusahaan dan Program Pengembangan Karier
Tahun ini Job Fair ATMI menghadirkan berbagai perusahaan nasional dari sektor manufaktur, otomotif, elektronik, kemasan, furnitur, hingga industri konsumen.

Beberapa di antaranya adalah PT Djitoe Mesindo (Batam), PT Asia Perdana Mesinindo, PT Surabaya Mekabox, Wings Group, PT Djarum, PT Asahimas Flat Glass, ADR Group of Companies, PT Kobin Keramik Industri, PT Sawit Mas Nugraha Perdana, dan sejumlah perusahaan lainnya.
Selain bursa kerja, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti workshop, coaching class, serta industrial gathering yang menghadirkan praktisi industri dan mitra strategis untuk meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja.
Melalui kegiatan ini, Politeknik ATMI Surakarta ingin menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan siap kerja.
Mereka juga menjadi penghubung strategis antara kebutuhan industri dan lahirnya generasi profesional yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.