Lomba Paduan Suara Ajak Generasi Muda Rayakan Kebhinekaan Lewat Musik
Panitia memberikan keleluasaan kepada peserta untuk mengeksplorasi kreativitas musikal tanpa menghilangkan nilai artistik dan pesan kebangsaan yang terkandung dalam setiap lagu.
NUMLIT, SURAKARTA — Semangat nasionalisme akan digaungkan melalui harmoni suara dalam ajang Lomba Paduan Suara “Indah Negeriku Jaya Bangsaku” yang akan digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Solo, pada 3 Oktober 2026.
Kompetisi ini diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Indonesia sekaligus melestarikan kekayaan budaya Nusantara melalui musik.
Mengusung konsep perpaduan lagu nasional dan lagu daerah, lomba ini terbuka bagi kelompok paduan suara dari sekolah, perguruan tinggi, organisasi, sanggar seni, instansi, hingga kelompok independen.
Setiap kelompok diwajibkan membawakan satu lagu nasional pilihan, yakni Tanah Airku, Indonesia Pusaka, atau Rayuan Pulau Kelapa, serta satu lagu daerah atau lagu folklore dengan aransemen bebas.
Panitia memberikan keleluasaan kepada peserta untuk mengeksplorasi kreativitas musikal tanpa menghilangkan nilai artistik dan pesan kebangsaan yang terkandung dalam setiap lagu.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, setiap penampilan dibatasi maksimal 10 menit untuk dua lagu, dihitung sejak nada pertama dimainkan hingga lagu kedua selesai dibawakan.
Informasi yang diterima redaksi, panitia membatasi peserta sebanyak 20 kelompok paduan suara. Setiap tim beranggotakan 20 hingga 40 penyanyi, di luar dirigen dan pemusik.
Peserta dapat berasal dari berbagai latar belakang, baik paduan suara campuran maupun sejenis.
Pendaftaran yang awalnya dibuka sejak 1 Juni hingga 30 Juni 2026, diperpanjang hingga 30 Juli 2026 atau lebih awal apabila kuota peserta telah terpenuhi.
Dinilai dari Vokal hingga Penampilan Panggung
Penilaian akan dilakukan oleh dewan juri berdasarkan empat aspek utama, yakni teknik vokal, interpretasi artistik, blending antarsuara, serta penampilan di atas panggung.
Pada aspek teknik vokal, juri akan menilai intonasi, artikulasi, teknik pernapasan, hingga kemampuan phrasering.
Sementara interpretasi mencakup ekspresi, penghayatan lagu, dinamika, dan tempo. Selain itu, kekompakan warna suara serta keseimbangan antarbagian menjadi perhatian dalam aspek blending.
Adapun penampilan panggung meliputi penguasaan panggung, koreografi apabila digunakan, hingga keserasian kostum.

Kompetisi akan dilaksanakan dalam satu babak, sedangkan urutan tampil ditentukan melalui undian pada saat technical meeting.
Panitia menyiapkan penghargaan berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan bagi para pemenang.
Juara pertama akan memperoleh Rp7,5 juta beserta Piala Wali Kota, trofi, dan sertifikat. Sementara juara kedua mendapatkan Rp5 juta, sedangkan juara ketiga memperoleh Rp2,5 juta, masing-masing disertai trofi dan sertifikat.
Momentum Merawat Cinta Tanah Air
Lebih dari sekadar kompetisi, penyelenggara berharap lomba ini menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap lagu-lagu nasional dan kekayaan musik daerah Indonesia.
Melalui harmoni paduan suara, nilai persatuan, keberagaman, dan semangat kebangsaan diharapkan dapat terus hidup di tengah generasi muda.
Technical meeting peserta dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, sedangkan pelaksanaan lomba digelar 3 Oktober 2026 mulai pukul 08.00 WIB.
Pendaftaran dilakukan melalui tautan https://bit.ly/LombaPaduanSuara2026, sedangkan informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung di nomor 0857-2521-5553. (Damar Sri Prakoso)



[…] Baca juga: Lomba Paduan Suara Ajak Generasi Muda Rayakan Kebhinekaan Lewat Musik […]