MPLS Ramah di SMPN 9 Surakarta, Siswa Baru Diajak Temukan Potensi Sejak Hari Pertama
Dalam pedoman MPLS Ramah, peserta didik diajak mengenal Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari hidup sehat, gemar belajar, hingga membangun kebiasaan positif melalui kegiatan interaktif,...
NUMLIT, SURAKARTA — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 9 Kota Surakarta tahun ajaran 2026/2027 tidak hanya menjadi ajang mengenalkan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.
Selama lima hari pelaksanaan, Senin-Jumat (13-17/7/2026), sekolah memanfaatkan momentum tersebut untuk membantu siswa beradaptasi sekaligus memetakan potensi dan bakat mereka sejak dini.
Sebanyak 284 siswa baru yang berasal dari jalur afirmasi, prestasi, domisili, dan mutasi mengikuti MPLS dengan mengusung konsep MPLS Ramah, sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menekankan terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan.
Kepala SMP Negeri 9 Kota Surakarta, Siti Latifah S.Pd., M.Pd., mengatakan masa transisi dari jenjang sekolah dasar menuju SMP menjadi fase penting bagi peserta didik. Karena itu, sekolah berupaya memastikan seluruh siswa merasa diterima dan mampu beradaptasi dengan lingkungan baru.
“Harapan kami melalui MPLS Ramah ini anak-anak segera merasa nyaman, senang, dan mudah beradaptasi. Mereka berasal dari berbagai sekolah dasar di Solo Raya, kemudian dipertemukan dalam sembilan rombongan belajar yang baru. Ini menjadi proses adaptasi yang harus kami dampingi,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya.

Menurutnya, proses adaptasi tidak hanya berkaitan dengan teman sebaya, tetapi juga dengan guru, tenaga kependidikan, hingga lingkungan fisik sekolah.
Siswa dikenalkan dengan wali kelas, ruang belajar, laboratorium komputer, perpustakaan, aula, kantin, hingga berbagai fasilitas lain agar mereka memahami lingkungan sekolah sekaligus aspek keselamatan selama beraktivitas di sekolah.
Konsep tersebut sejalan dengan pedoman MPLS Ramah yang mendorong sekolah menciptakan suasana penuh senyum, salam, sapa, sopan, dan santun sejak hari pertama, sekaligus membangun kedekatan emosional antara guru dan peserta didik baru.
Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, berbagai aktivitas selama MPLS juga dirancang untuk menumbuhkan karakter positif siswa.
Dalam pedoman MPLS Ramah, peserta didik diajak mengenal Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari hidup sehat, gemar belajar, hingga membangun kebiasaan positif melalui kegiatan interaktif, refleksi, dan penyusunan komitmen pribadi.
Siti Latifah menambahkan sekolah ingin memanfaatkan lima hari pertama tersebut untuk mulai mengidentifikasi potensi siswa.
“Hari terakhir ada unjuk karya. Kami ingin melihat bakat dan minat yang selama ini sudah dimiliki anak-anak sejak di SD sehingga bisa kami arahkan dan kembangkan selama belajar di SMP Negeri 9 Kota Surakarta,” katanya.
Menurutnya, pemetaan potensi sejak awal akan membantu sekolah dalam memberikan pembinaan prestasi sesuai minat masing-masing peserta didik.

Apalagi SMPN 9 Kota Surakarta memiliki berbagai program pengembangan, termasuk ekstrakurikuler berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang selama ini melahirkan berbagai prestasi hingga nasional dan harapannya sampai tingkat internasional.
“Kami ingin sejak awal mereka memiliki mimpi. Sesuai visi sekolah, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bertakwa, berprestasi, berintegritas, berkarakter Pancasila, berwawasan lingkungan, dan berwawasan global,” ujarnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi motivasi yang tumbuh sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah.
“Bila sejak awal anak-anak merasa nyaman, mereka akan lebih mudah berkembang. Harapan kami sederhana, mereka betah belajar di sini, menikmati prosesnya, lalu prestasi mereka tumbuh secara alami,” pungkasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.