Ratoh Jaroe Jadi Ajang Belajar Percaya Diri dan Kekompakan Pelajar Soloraya
Sekolah di Soloraya diharapkan memiliki kelompok tari Ratoh Jaroe sebagai ruang pengembangan kreativitas pelajar.
NUMLIT, SURAKARTA — Tepuk tangan riuh dan hentakan gerak kompak para penari mewarnai gelaran Lomba Tari Ratoh Jaroe tingkat SMP sederajat se-Soloraya di SMKN 1 Surakarta, Sabtu (23/5/2026).
Tak sekadar adu kreativitas tari, ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar percaya diri, membangun komunikasi, hingga menanamkan semangat kolaborasi sejak dini.
Sebanyak tujuh kelompok pelajar ambil bagian dalam lomba perdana yang digelar SMKN 1 Surakarta tersebut. Mereka berasal dari SMP Batik PK Surakarta, SMPI Al Abidin Surakarta, SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tim A dan Tim B, SMP IT Iqro Nogosari Boyolali, SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Surakarta, hingga SMP Pesantren Tahfidz Azzayadiy Sukoharjo.
Guru Produktif Akuntansi sekaligus pembina ekstrakurikuler tari Ratoh Jaroe SMKN 1 Surakarta, Baskoro Hadi, mengatakan para peserta tampil penuh semangat dan berani menunjukkan karakter masing-masing di atas panggung.
“Anak-anak tampil percaya diri, berani menampilkan jati dirinya sendiri, dan tidak takut salah. Itu yang paling penting dalam proses belajar mereka,” ujarnya, saat diwawancarai di SMKN 1 Surakarta.
Menurut Baskoro, tari Ratoh Jaroe bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sarana pendidikan karakter. Dalam tarian tersebut, setiap anggota tim dituntut menjaga kekompakan, komunikasi, serta saling memahami ritme gerakan satu sama lain.
“Kalau satu orang saja tidak kompak, tampilannya langsung terlihat berbeda. Tapi ketika semua menyatu, hasilnya bisa luar biasa,” katanya.
Daftar Juara Lomba Tari Ratoh Jaroe
Dalam kompetisi tersebut, SMPI Al Abidin Surakarta berhasil meraih Juara I sekaligus Best Costume. Juara II diraih SMP Muhammadiyah Al Kautsar PK Surakarta, sedangkan Juara III diraih SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tim A.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih SMP Pesantren Tahfidz Azzayadiy Sukoharjo, Harapan II SMP Batik PK Surakarta, Harapan III SMP IT Iqro Nogosari Boyolali, dan Juara Favorit diraih SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen Tim B.

Penilaian lomba dilakukan oleh tiga juri, yakni Moudy Qolbundiak dan Sri Handayani dari SMKN 1 Surakarta serta Muhammad Aji Kuncoro dari ISI Surakarta.
Salah satu peserta, tim dari SMP Batik PK Surakarta, mengaku baru kali pertama mengikuti lomba Ratoh Jaroe. Orang tua siswa, Mainurlisma, mengatakan awalnya anak-anak hanya dilatih untuk kebutuhan acara sekolah sebelum akhirnya rutin tampil di berbagai kegiatan.
“Awalnya untuk acara sekolah, lalu sering tampil di mall dan acara yayasan. Baru kali ini ikut lomba,” ujarnya saat diwawancarai di sela-sela acara.
Tim SMP Batik PK Surakarta beranggotakan 11 siswa yang sebagian besar berasal dari kelas 8. Mereka menjalani latihan intensif selama tiga pekan sebelum tampil di panggung lomba.
Menurut Zahira Aprilia Wahida, salah satu anggota tim, tantangan terbesar dalam Ratoh Jaroe adalah menjaga kekompakan gerakan.
“Kalau ada yang salah gerakan biasanya langsung saling lihat sebentar supaya bisa kembali kompak,” katanya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan Fairy Titania Cleo Marshall dan Anya Maiza Hadi. Mereka mengaku menyukai tari Ratoh Jaroe karena mampu membangun semangat kebersamaan sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum.
Melihat antusiasme peserta, Baskoro berharap lomba Ratoh Jaroe dapat kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar. Ia juga ingin semakin banyak sekolah di Soloraya memiliki kelompok tari Ratoh Jaroe sebagai ruang pengembangan kreativitas pelajar.
“Harapannya tahun depan bisa lebih besar lagi, lebih banyak peserta, dan semakin banyak sekolah yang ikut mengembangkan Ratoh Jaroe,” pungkasnya. (Damar Sri Prakoso)



No Comment! Be the first one.